DAILYRETORIKA.ID,BANJARMASIN – DPRD Kota Banjarmasin melakukan pengawasan langsung terhadap pengerjaan tiga proyek infrastruktur penanganan limbah di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Basirih, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Senin.
Peninjauan dipimpin langsung Ketua DPRD Kota Banjarmasin Rikval Fachruri bersama jajaran anggota Komisi III. Pengawasan dilakukan untuk memastikan proyek yang menjadi bagian dari upaya pembenahan TPAS Basirih tersebut berjalan sesuai rencana dan dapat diselesaikan tepat waktu.
Ketua DPRD Kota Banjarmasin Rikval Fachruri mengatakan, pihaknya turun langsung ke lapangan untuk memastikan tiga proyek infrastruktur tersebut benar-benar dikerjakan.
“Kami ke sini untuk memastikan tiga proyek ini dikerjakan,” ujar Rikval.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur penanganan limbah di TPAS Basirih menjadi bagian penting dalam upaya memperbaiki sistem pengelolaan sampah di lokasi tersebut.
Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin M Ridho Akbar mengatakan, pembenahan TPAS Basirih harus dilakukan secara maksimal agar lokasi tersebut dapat memenuhi persyaratan untuk kembali mendapatkan izin operasional.
“Kita harap tiga proyek infrastruktur ini tidak sia-sia, harus bisa meyakinkan Kementerian Lingkungan Hidup RI untuk mengizinkan kembali TPAS Basirih beroperasi kembali,” ujar Ridho.
Karena itu, Komisi III DPRD Banjarmasin meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin terus melakukan koordinasi secara intensif dengan Kementerian Lingkungan Hidup RI.
Koordinasi tersebut dinilai penting agar seluruh persyaratan yang harus dipenuhi untuk mengoperasikan kembali TPAS Basirih dapat diketahui dan dipenuhi pemerintah kota.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin Chandra Iriandhy Wijaya menjelaskan, terdapat tiga infrastruktur yang tengah dikerjakan di kawasan TPAS Basirih.
Proyek pertama berupa pembangunan saluran pemisah antara air lindi dan air hujan di sekitar area penampungan sampah.
Menurut Chandra, saluran tersebut direncanakan memiliki panjang sekitar 2,5 kilometer dan mengelilingi area penampungan sampah TPAS Basirih. Namun, pengerjaan tahun ini baru mencakup sekitar 700 meter.
“Ini rencananya kita bangun sekitar 2,5 kilometer memutar di penampungan sampah TPAS, tapi tahun ini kita kerjakan sekitar 700 meter dulu,” ujarnya.
Pembangunan saluran pemisah air lindi dan air hujan tersebut dialokasikan anggaran sekitar Rp4 miliar pada tahun ini.
Saat ini, pengerjaan proyek telah dimulai, meski progres (DR)








