Dispersip Kalsel Soroti Kualitas Perpustakaan SMA, Baru 56 yang Terakreditasi

DAILYRETORIKA.ID,BANJARMASIN — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan menyoroti kondisi perpustakaan sekolah jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat yang dinilai masih membutuhkan pembenahan, terutama dalam meningkatkan kualitas layanan dan tata kelola.

Kepala Dispersip Kalsel Sri Mawarni melalui Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Perpustakaan, Adethia Hailina, mengungkapkan, berdasarkan hasil pengisian Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) 2025, terdapat 334 SMA sederajat di Kalimantan Selatan.

Namun, dari jumlah tersebut baru 228 sekolah yang mengisi data IPLM. Dari 228 perpustakaan sekolah yang melaporkan data, hanya 56 perpustakaan yang telah memperoleh akreditasi.

Jumlah tersebut setara sekitar 25 persen dari perpustakaan sekolah yang melaporkan data IPLM.

“Dari 56 perpustakaan yang sudah terakreditasi tersebut, yang terakreditasi A hanya enam perpustakaan, akreditasi B sebanyak tujuh perpustakaan, dan akreditasi C sebanyak 41 perpustakaan,” kata Adethia di Banjarmasin, Senin (3/8/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan masih banyak pekerjaan yang perlu dilakukan untuk mendorong peningkatan kualitas perpustakaan sekolah di Kalimantan Selatan.

Pembinaan perpustakaan, lanjut Adethia, juga tidak hanya menjadi tanggung jawab pada jenjang SMA sederajat. Pemerintah kabupaten dan kota turut memiliki peran dalam membina perpustakaan SD, SMP, perpustakaan desa, perpustakaan tempat ibadah, hingga taman bacaan masyarakat (TBM).

Ia menambahkan, perpustakaan yang telah memperoleh akreditasi sekalipun tetap membutuhkan pembenahan secara berkelanjutan agar mampu memenuhi standar pelayanan yang lebih baik.

“Bahkan perpustakaan yang sudah mengantongi akreditasi pun masih memerlukan pembenahan lanjutan. Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama agar IPLM Kalimantan Selatan terus meningkat,” ujarnya.

Adethia berharap perpustakaan sekolah ke depan tidak hanya berfungsi sebagai tempat siswa membaca buku maupun mengisi waktu luang. Perpustakaan diharapkan dapat berkembang menjadi pusat pembelajaran yang terintegrasi dengan kegiatan belajar mengajar di sekolah.

“Kami berharap perpustakaan sekolah benar-benar menjadi wahana belajar bagi peserta didik. Untuk mewujudkan hal itu diperlukan kolaborasi yang kuat antara pengelola perpustakaan dan guru di kelas sehingga proses pembelajaran dapat berjalan secara sinergis,” pungkasnya.

Peningkatan kualitas perpustakaan sekolah diharapkan dapat memperkuat budaya literasi di kalangan pelajar sekaligus mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat di Kalimantan Selatan.

Dispersip Kalsel pun mendorong kolaborasi berbagai pihak agar perpustakaan di setiap jenjang dan jenis layanan dapat terus berkembang serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *