DAILYRETORIKA.ID,BANJARMASIN – Akademi Pemimpin Muda Indonesia (APMI) Kalimantan Selatan menggelar program pembekalan kepemimpinan intensif bertajuk “Rise & Impact” dengan materi “Navigasi Perubahan: Dari Ideologi, Kepemimpinan, hingga Gerakan yang Berdampak”. Kegiatan ini bertujuan membentuk pemimpin muda yang mampu menghadirkan solusi nyata melalui gerakan sosial berbasis data.
Narasumber utama, Hendra, S.E., M.E., yang juga Trainer Nasional TRUSTCO dan Anggota DPRD Kota Banjarmasin, menegaskan bahwa kepemimpinan tidak cukup hanya diukur dari banyaknya program yang dijalankan, tetapi dari dampak yang dihasilkan bagi masyarakat.
“Organisasi sering kali tidak kekurangan kegiatan, tetapi kekurangan keberanian untuk mengevaluasi apakah kegiatannya benar-benar diperlukan. Kita harus keluar dari pola pikir copy-paste dan mulai berfokus pada penyelesaian masalah berdasarkan data,” ujar Hendra.
Selama pelatihan, peserta mengikuti diskusi interaktif dan membedah persoalan organisasi masing-masing menggunakan RACI Framework (Responsible, Accountable, Consulted, Informed) serta metodologi Triad of Struggle untuk mengidentifikasi hambatan dan merancang solusi yang lebih terukur.

APMI juga memperkenalkan konsep Roda Legitimasi Kepemimpinan yang terdiri dari empat pilar utama, yaitu bersih (integritas), peduli (empati sosial), profesional (kompetensi), dan negarawan (orientasi pada kepentingan publik).
Sebagai tindak lanjut, setiap kelompok peserta diwajibkan menyusun Proyek Sosial 30–90 Hari di wilayah masing-masing melalui enam jalur kontribusi strategis, meliputi Pemenangan & Mobilisasi, Komunikasi & Narasi, Issue & Policy Lab, Organisasi & Sistem, Ekosistem & Komunitas, serta Resource Mobilization.
Melalui program ini, APMI Kalimantan Selatan menargetkan lahirnya pemimpin muda yang berintegritas, mampu membaca persoalan masyarakat secara objektif, dan menghasilkan gerakan yang berdampak nyata. (DR)








