TERHENTINYA AKTIVITAS TAMBANG PT. BBP SUBKON PT. MCM, POLRI DAN TOKOH ADAT PERKUAT SINERGITAS DI TABALONG

PT. MCM, PT. BBP SUBKON Polda KAL-SEL silaturahmi dan komunikasi bersama tokoh adat serta masyarakat di Kabupaten Tabalong (FOTO:IST)

DAILYRETORIKA.ID – TABALONG, Menyikapi terhentinya aktivitas tambang PT. Bagas Bumi Persada (BBP) selaku subkontraktor PT. Mantimin Coal Mining (MCM), Polda Kalimantan Selatan terus melakukan langkah-langkah preventif melalui kegiatan silaturahmi dan komunikasi bersama tokoh adat serta masyarakat di Kabupaten Tabalong.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya cooling system guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap aman dan kondusif di tengah berkembangnya dinamika sosial akibat berhentinya operasional perusahaan tambang tersebut.

Dalam kegiatan tersebut, Sdr. SUPARIN selaku Ketua Kelompok Adat Dayak Kampung Sepuluh Kecamatan Upau dan Kecamatan Haruai Kabupaten Tabalong menyampaikan komitmennya untuk mendukung terciptanya situasi yang aman, damai, dan kondusif di lingkungan masyarakat.

Kapolda Kalimantan Selatan melalui AKP Tatang Suryawan selaku Kanit I Subdit Ekonomi Ditintelkam Polda Kalsel menegaskan bahwa komunikasi aktif dengan tokoh adat dan tokoh masyarakat menjadi langkah penting dalam menjaga stabilitas wilayah.

“Tokoh adat memiliki pengaruh besar di tengah masyarakat. Oleh karena itu, sinergitas dan komunikasi yang baik perlu terus dijaga agar setiap perkembangan situasi dapat disikapi secara bijak serta tidak menimbulkan gangguan kamtibmas,” ujar AKP Tatang Suryawan.

Selain itu, masyarakat juga diimbau agar tetap menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memicu konflik sosial maupun mengganggu keamanan daerah.

Sdr. SUPARIN turut mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga ketenangan dan mengedepankan penyelesaian permasalahan melalui komunikasi yang damai serta menghormati proses yang sedang berjalan.

“Kami berharap masyarakat tetap menjaga kebersamaan dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan maupun ketertiban. Situasi yang aman dan kondusif harus menjadi tanggung jawab bersama,” ungkapnya.

Melalui kegiatan silaturahmi tersebut, diharapkan hubungan kemitraan antara Polri, tokoh adat, dan masyarakat semakin kuat sehingga stabilitas kamtibmas di wilayah Kabupaten Tabalong tetap terjaga dengan baik meskipun di tengah dinamika sosial yang berkembang. (DR)

Pos terkait