Reses Titik Ketiga di Telawang, Warga Keluhkan Jalan Rusak hingga Air Ledeng Tidak Lancar

Foto bersama Anggota Dprd Kota Banjarmasin Fraksi Gerindra, Nelli listriani Saat Reses. (Foto: DR)

Dailyretorika.id,Banjarmasin-Kegiatan reses masa sidang I tahun 2026 yang digelar oleh Ketua Komisi IV DPRD, Nelli Listriani, memasuki titik ketiga di Kelurahan Telawang, Kecamatan Banjarmasin Barat, pada Sabtu (4/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan berbagai aspirasi yang didominasi persoalan infrastruktur dan pelayanan dasar.

Bacaan Lainnya

Aspirasi yang paling banyak disampaikan masyarakat berkaitan dengan kondisi jalan yang rusak dan berlubang, serta beberapa ruas jalan yang kerap tergenang banjir.

Selain itu, warga juga mengeluhkan keberadaan sejumlah tiang listrik yang dinilai mengganggu aktivitas dan berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Menanggapi hal tersebut, Nelli Listriani menyampaikan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan PLN untuk penataan ulang tiang listrik yang dianggap membahayakan warga. “Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kami untuk segera ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas instansi,” ujarnya.

Permasalahan lain yang turut menjadi sorotan adalah layanan air ledeng yang tidak mengalir secara optimal. Warga mengeluhkan air yang hanya mengalir pada malam hari, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari karena harus menampung air pada waktu tertentu.

Terkait hal ini, pihak PAM Bandarmasih, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi. Ia menjelaskan bahwa secara ideal, layanan air bersih harus tersedia selama 24 jam.

“Memang saat ini distribusi air belum maksimal, khususnya di wilayah-wilayah ujung seperti Telawang, Teluk Tiram, Kuin Cerucuk, dan Trisakti. Hal ini disebabkan oleh kondisi pipa lama yang berdiameter kecil sehingga aliran air tidak optimal,” jelasnya.

Lebih lanjut, pihaknya mengungkapkan bahwa sebelum kegiatan reses, survei lapangan telah dilakukan untuk mengidentifikasi permasalahan tersebut.

Ke depan, PAM Bandarmasih berencana melakukan peningkatan infrastruktur dengan pemasangan pipa berdiameter 800 mm serta pembangunan mini instalasi pengolahan air (treatment plant) menggunakan teknologi membran.

“Kami juga akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR, terutama jika ada penggantian pipa yang berdampak pada perbaikan jalan. Harapannya, permasalahan ini bisa segera teratasi secara bertahap di tahun ini,” tambahnya.

Melalui kegiatan reses ini, diharapkan aspirasi masyarakat dapat segera ditindaklanjuti dan menjadi dasar dalam perumusan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran, khususnya di wilayah Banjarmasin Barat.(DR)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *