Neli Listriani Dukung Wajib Belajar Satu Tahun Prasekolah, Dorong Beasiswa bagi Anak Kurang Mampu

Neli Listriani, Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin, Dukung Wajib Belajar Satu Tahun Prasekolah, Dorong Beasiswa bagi Anak Kurang Mampu.(Foto:DR)

Dailyretorika.id,BANJARMASIN — Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Neli Listriani, menyatakan dukungannya terhadap program wajib belajar satu tahun prasekolah yang dicanangkan pemerintah pusat.

Program tersebut dinilai penting untuk mendukung tumbuh kembang anak sekaligus mempersiapkan mereka sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar.

Bacaan Lainnya

Menurut Neli, pendidikan prasekolah merupakan tahapan penting, terutama pada masa emas atau golden age anak.

Pada fase ini, perkembangan kemampuan belajar, sosialisasi, dan pembentukan karakter perlu mendapatkan perhatian secara optimal.

Melalui program wajib belajar satu tahun prasekolah, ia berharap anak-anak di Kota Banjarmasin memiliki kesiapan yang lebih baik ketika memasuki sekolah dasar.

Neli menegaskan, dukungan terhadap program tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi juga perlu diperkuat melalui kebijakan Pemerintah Kota Banjarmasin.

Menurutnya, pemerintah daerah harus mengambil langkah konkret agar seluruh anak memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan sejak usia dini, termasuk anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah memperluas akses bantuan pendidikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP), sehingga manfaatnya dapat menjangkau anak-anak pada jenjang prasekolah.

Ia mengakui, masih ada kemungkinan anak-anak yang membutuhkan bantuan pendidikan belum terakomodasi dalam program tersebut. Karena itu, diperlukan langkah alternatif agar mereka tetap bisa memperoleh layanan pendidikan yang layak.

“Kami akan berkoordinasi dengan Wali Kota Banjarmasin untuk membahas kemungkinan pemberian beasiswa daerah bagi anak-anak yang membutuhkan, terutama mereka yang belum terakomodasi bantuan pendidikan,” ujar Neli.

Ia berharap, melalui koordinasi tersebut, pemerintah kota dapat merumuskan kebijakan yang tepat untuk membantu keluarga kurang mampu memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak mereka.

Lebih lanjut, Neli menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menyukseskan program wajib belajar satu tahun prasekolah.

Dukungan anggaran, perluasan bantuan pendidikan, serta kebijakan yang berpihak kepada masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam pelaksanaannya.

Dengan adanya dukungan tersebut, ia berharap tidak ada anak yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan prasekolah hanya karena keterbatasan ekonomi.

Menurutnya, pemerataan akses pendidikan sejak usia dini merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mempersiapkan generasi penerus Kota Banjarmasin yang lebih berkualitas.(DR)

 

Pos terkait