Kebocoran Pipa Picu NRW Tinggi, PTAM Bandarmasih Siapkan Penggantian Jaringan

Direktur Operasional PTAM Bandarmasih Kota Banjarmasin, Irwan Firmana

DAILYRETORIKA.ID,Banjarmasin – Tingkat kehilangan air atau non-revenue water (NRW) di PTAM Bandarmasih masih tergolong tinggi, yakni mencapai 28 persen. Salah satu penyebab utamanya adalah kebocoran pada jaringan perpipaan yang sudah berumur tua.

Hal tersebut disampaikan Direktur Operasional PTAM Bandarmasih, Irwan Firmana, saat rapat pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Tahun Anggaran 2025 bersama Komisi II DPRD Kota Banjarmasin, Jumat (10/4/2026).

Ia menjelaskan, kondisi jaringan pipa yang telah berusia lama menjadi faktor dominan tingginya angka kehilangan air. Untuk itu, pihaknya telah menyiapkan langkah penanganan melalui program penggantian pipa secara bertahap.

“Tingkat kehilangan air kita saat ini masih di angka 28 persen. Ini dipengaruhi oleh tingginya kebocoran jaringan, terutama pada pipa-pipa yang sudah berumur,” ujarnya.

Menurut Irwan, penggantian jaringan lama dengan pipa baru yang lebih berkualitas menjadi fokus utama dalam upaya menekan kebocoran tersebut.

“Penanganan yang akan kami lakukan adalah penggantian pipa lama secara bertahap. Dengan begitu, diharapkan tingkat kebocoran bisa ditekan,” jelasnya.

Pembahasan LKPJ Walikota TA 2026 antara Komisi II dengan Direksi PTAM Bandarmasih (FOTO:DR)

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarmasin, Muhammad Faisal Hariyadi, memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut. Ia menilai, angka kehilangan air yang masih tinggi perlu segera ditekan agar pelayanan air bersih kepada masyarakat semakin optimal.

“Kami mendorong PTAM Bandarmasih agar bisa menekan angka kehilangan air ini ke persentase ideal, yakni di kisaran 20 persen,” tegasnya.

Faisal menambahkan, efisiensi distribusi air sangat penting, tidak hanya untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat, tetapi juga untuk menjaga kesehatan keuangan perusahaan daerah.

“Kalau kebocoran bisa ditekan, distribusi air ke masyarakat akan lebih maksimal dan pendapatan perusahaan juga bisa meningkat,” tambahnya.

Ia pun berharap program penggantian pipa dapat direalisasikan secara konsisten dan terencana, sehingga target penurunan tingkat kehilangan air dapat tercapai dalam waktu yang tidak terlalu lama. (DR)

Pos terkait