Pemkot Banjarmasin Siapkan Edukasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat, Libatkan Sekolah

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar (FOTO:DR)

DAILYRETORIKA.ID,BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyiapkan program edukasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat secara masif. Program ini menitikberatkan pada komunikasi, informasi, dan edukasi langsung kepada warga, serta menyasar lingkungan sekolah.

Kepala DLH Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, mengatakan sebanyak 26 trainer akan diterjunkan untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat. Para trainer tersebut akan berpedoman pada buku panduan bertajuk “sekolah sampah” yang telah disusun.

“Panduan ini berisi cara-cara praktis yang bisa langsung diterapkan warga di rumah, seperti metode maggot, komposting, sistem tumpuk galon, kompos dek, dan teknik sederhana lainnya,” ujarnya usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, Jumat (17/04/2026).

Menurut Ichrom, materi dan perangkat pelatihan saat ini telah rampung sekitar 70 hingga 90 persen. Selanjutnya, program tersebut akan segera dilaporkan kepada Wali Kota Banjarmasin, HM Bpk Muhammad Yamin, untuk mendapatkan persetujuan.

Jika disetujui, panduan tersebut akan segera disebarluaskan kepada masyarakat agar memiliki acuan yang jelas dalam mengelola sampah rumah tangga secara mandiri.

Edukasi ini tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga sekolah-sekolah. DLH menargetkan minimal dua guru dari setiap jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP hingga SMA, akan mendapatkan pelatihan langsung dari para trainer.

Para guru nantinya akan menyiapkan alat peraga di sekolah serta mengajarkan teknik pengolahan sampah kepada para siswa.

“Tujuannya agar anak-anak kita sudah paham sejak dini bagaimana mengelola sampah. Jadi perubahan perilaku itu dimulai dari rumah dan diperkuat di sekolah,” jelasnya.

Program ini ditargetkan mulai diinisiasi dalam satu hingga tiga bulan ke depan. Bahkan, dalam kurun waktu tiga hingga enam bulan, masyarakat diharapkan mulai terbiasa mengelola sampah secara mandiri.

Ichrom menegaskan bahwa persoalan sampah bukan semata menjadi tanggung jawab pemerintah. Timbulan sampah berasal dari individu, sehingga penanganannya harus dilakukan secara bersama antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.

“Kalau ini berjalan, Insya Allah wajah kota kita akan jauh lebih bersih dalam waktu yang tidak terlalu lama,” pungkasnya. (DR)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *