DAILYRETORIKA.ID,BANJARMASIN – Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, menekankan pentingnya pengelolaan sampah yang tertib dan terpilah di kawasan Pasar Wadai Ramadhan 1447 H/2026 M.
Hal ini disampaikan Yamin menyusul kritik masyarakat terkait pengelolaan sampah di festival kuliner berbuka puasa yang digelar di Jalan Sudirman, tepat di depan kawasan wisata Nol Kilometer Banjarmasin.
“Ini juga menjadi keluhan beberapa pedagang di Pasar Wadai. Kita berharap dinas terkait menyikapi hal ini dan berkoordinasi dengan pihak penyelenggara serta Disbudporapar agar penataan pasar dan pengelolaan sampahnya lebih maksimal,” ujar Yamin di Banjarmasin, Kamis.
Pasar Wadai merupakan agenda tahunan yang selalu ramai dikunjungi masyarakat selama Ramadhan. Namun di balik geliat ekonomi yang muncul, timbunan sampah dari aktivitas pedagang dan pengunjung masih menjadi persoalan yang perlu ditangani secara serius.
Pemerintah Kota Banjarmasin menilai pengelolaan sampah tidak boleh hanya berakhir pada pengangkutan dan pembuangan, tetapi juga harus disertai proses pemilahan dan pengolahan sejak dari sumbernya.
Yamin menegaskan, para pedagang yang berjualan di Pasar Wadai memang difasilitasi tanpa dipungut biaya sewa tenant. Meski demikian, pengelolaan kawasan pasar, termasuk aspek keamanan dan kebersihan, tetap harus dilakukan secara profesional.
“Tenant di Pasar Wadai ini gratis, tidak dipungut biaya. Tetapi pengelolaan kebersihan dan sampahnya harus tetap diperhatikan. Sampah tidak boleh hanya diangkut dan dibuang ke luar daerah. Harus ada pemilahan antara sampah organik dan non-organik, lalu diolah dengan baik,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, Alive Yoesfah Love, mengatakan pihaknya telah merespons persoalan sampah yang tidak terkelola dengan baik di Pasar Wadai.
Menurutnya, DLH telah menyiapkan sejumlah tempat sampah di kawasan tersebut serta menurunkan petugas kebersihan untuk melakukan penanganan di lapangan.
“Kami sudah menyiapkan tempat-tempat sampah di sana dan juga menurunkan petugas kebersihan,” ujarnya.
Ia juga mengimbau para pedagang dan pengunjung agar aktif menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya.
“Kami juga berkoordinasi dengan pihak penyelenggara dan dinas terkait agar persoalan ini bisa segera diselesaikan sesuai instruksi wali kota,” katanya.
Masalah pengelolaan sampah di Pasar Wadai juga mendapat sorotan dari Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, M Ridho Akbar. Ia menilai persoalan tersebut seharusnya sudah diantisipasi sejak awal pelaksanaan kegiatan.
Ridho bahkan membawa isu ini dalam rapat komisi bersama Dinas Lingkungan Hidup untuk memastikan penanganannya dilakukan secara serius.
“Kita akan ikut mengawasi terkait pengelolaan sampah di Pasar Wadai tersebut,” ujarnya. (DR)
