DAILYRETORIKA.ID,BANJARMASIN – Pembelajaran tatap muka (PTM) kembali diberlakukan di Kota Banjarmasin sejak Kamis (1/10/2026). Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin, H. Mathari, menyatakan tidak sepakat jika pembelajaran jarak jauh (PJJ) kembali diterapkan akibat kondisi kabut asap.
Menurut Mathari, “pembelajaran tatap muka perlu terus dilaksanakan dengan tetap memperhatikan kondisi kesehatan dan keselamatan peserta didik”, ujarnya.
Ia menilai, penerapan PJJ dapat menjadi kendala bagi orang tua yang harus bekerja sejak pagi. Tidak semua orang tua dapat mendampingi anak saat proses pembelajaran berlangsung dari rumah karena harus menjalankan aktivitas pekerjaan.
“Kalau orang tua sudah berangkat bekerja, tentu pengawasan terhadap anak menjadi lebih sulit, termasuk dalam penggunaan telepon seluler. Namun, kondisi kesehatan anak juga harus tetap diperhatikan, terutama di tengah kabut asap seperti sekarang,” katanya.
Selain itu, Mathari menyoroti pengawasan terhadap anak selama mengikuti pembelajaran jarak jauh. Ketika orang tua bekerja, aktivitas anak di rumah menjadi lebih sulit dipantau, termasuk penggunaan telepon seluler selama waktu belajar.
Karena itu, ia berharap PTM dapat terus berjalan agar proses belajar mengajar berlangsung optimal. Meski demikian, kondisi kesehatan peserta didik tetap harus menjadi perhatian, terutama di tengah kondisi kabut asap yang berpotensi memengaruhi kualitas udara.
“Menurut saya, pembelajaran tatap muka sebaiknya tetap dilaksanakan. Sebab, kalau kembali ke pembelajaran jarak jauh, ini bisa menjadi kendala bagi orang tua yang harus bekerja sejak pagi dan tidak bisa selalu mendampingi anak saat belajar di rumah,” ujar H. Mathari.
Mathari juga berharap kabut asap segera berakhir seiring turunnya hujan dan berkurangnya aktivitas pembakaran lahan. Dengan demikian, aktivitas masyarakat dan proses belajar mengajar di Kota Banjarmasin dapat kembali berjalan normal.
“Kita berharap kabut asap ini segera berakhir, mudah-mudahan dengan turunnya hujan dan berkurangnya aktivitas pembakaran lahan, kondisi udara bisa kembali membaik. Sehingga aktivitas masyarakat dan proses belajar mengajar di Kota Banjarmasin dapat berjalan normal kembali,” ujar H. Mathari.
Pemberlakuan kembali PTM diharapkan dapat mendukung kelancaran pendidikan sekaligus memberikan ruang belajar yang lebih terarah bagi peserta didik. Namun, pelaksanaannya tetap perlu mempertimbangkan perkembangan kualitas udara dan kondisi kesehatan anak.
“Pembelajaran tatap muka diharapkan bisa terus berjalan agar proses belajar anak lebih terarah. Namun, kondisi kualitas udara dan kesehatan peserta didik tetap harus menjadi perhatian, sehingga anak-anak bisa belajar dengan aman dan nyaman,” tutupnya. (DR)








