Keprihatinan Presiden Inter Milan Mengenai Proses Birokrasi di Italia
Presiden Inter Milan, Giuseppe Marotta, menyampaikan kekhawatiran terkait kemungkinan keterlambatan dalam pembangunan stadion San Siro yang baru. Ia mengungkapkan bahwa proses birokrasi yang lambat di Italia bisa menjadi penghalang utama bagi penyelesaian proyek yang direncanakan selesai pada tahun 2030. Menurutnya, hal ini dapat memengaruhi persiapan stadion untuk menjadi tuan rumah Kejuaraan Eropa 2032 bersama dengan Turki.
Pada Rabu (5/11), Inter dan AC Milan berhasil menyelesaikan pembelian stadion berusia 99 tahun beserta area sekitarnya dari pemerintah kota. Kesepakatan ini memungkinkan kedua klub Serie A tersebut untuk merobohkan stadion lama dan membangun arena baru yang mampu menampung hingga 71.500 penonton.
Tujuan Utama Pembangunan Stadion Baru
Tujuan utama dari pembangunan stadion baru adalah agar siap digunakan ketika Italia menjadi tuan rumah bersama dalam Kejuaraan Eropa 2032. Marotta menjelaskan, “Jelas bahwa tujuannya adalah untuk siap jauh sebelum dimulainya Euro 2032 guna memastikan stadion baru dapat digunakan selama Kejuaraan Eropa.” Ia juga menyampaikan harapan agar proses pembangunan dapat selesai pada tahun 2030.
Marotta menyoroti bahwa masalah utama bukanlah kurangnya dana, melainkan lambatnya proses birokrasi di negara tersebut. Ia menyebutkan bahwa dalam 15 tahun terakhir, hanya tiga stadion yang telah dimodernisasi di Italia, sementara di Eropa terdapat 50 stadion yang dibangun dengan investasi sekitar EUR 20 miliar.
Kepemilikan Klub oleh Investor Asing
Marotta juga menyampaikan pandangan tentang kepemilikan dua klub terpenting di Italia oleh investor asing. Ia mengatakan, “Coba bayangkan, dua klub terpenting di Italia (Inter dan AC Milan) dimiliki oleh orang asing. Itu berarti sistem Italia tidak mampu mendukung olahraga elit (sepak bola).” Saat ini, Milan dimiliki oleh RedBird, sedangkan Inter oleh Oaktree. Kedua klub telah menjalin kesepakatan dengan firma arsitektur Foster + Partners dan Manica untuk merancang stadion baru.
Proyek Besar yang Melibatkan Investasi Besar
Stadion baru ini akan menjadi bagian dari proyek yang mencakup area seluas kurang lebih 3 juta kaki persegi. Kesepakatan untuk membeli San Siro bernilai EUR 197 juta, dan Presiden Milan, Paolo Scaroni, mengungkapkan bahwa kedua klub akan berinvestasi lebih dari EUR 1 miliar dalam pembangunan stadion baru ini.
Diperkirakan, masing-masing klub dapat menghasilkan hingga EUR 180 juta per tahun dari stadion baru yang akan dibangun, yang lebih dari dua kali lipat pendapatan mereka saat ini, yaitu sekitar EUR 80 juta. Peningkatan pendapatan ini diharapkan berasal dari menarik wisatawan pada hari-hari non-pertandingan untuk mengunjungi museum atau mengikuti tur stadion, serta menyelenggarakan konser dan acara lainnya. Selain itu, ada potensi untuk menjual hak penamaan stadion baru kepada perusahaan-perusahaan besar.
Visi Masa Depan untuk Stadion Baru
Scaroni menyatakan, “Kami ingin membangun stadion terbaik di Eropa karena Milan adalah salah satu ibu kota (terbaik) sepak bola di Eropa dan membutuhkan serta layak memiliki infrastruktur yang fenomenal.” Ia menambahkan, “Kami menginginkan sebuah bangunan yang bagi dunia akan dibuka setiap hari.”
Ia berharap, “Kami menginginkan tempat di mana setiap hari (stadion baru nantinya) ada sesuatu yang terjadi. Ada restoran, hotel, aktivitas komersial, semuanya itu. Hal semacam ini akan dibangun di Milan hingga 2030 mendatang.”
