DAILYRETORIKA.ID,Banjarmasin – Di balik gemuruh aktivitas kota, ada kisah-kisah sunyi dari para lansia perempuan. Rumah-rumah sederhana mereka terkadang menjadi saksi bisu perjuangan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan dasar, tanpa pasangan, tanpa pekerjaan tetap, hanya mengandalkan diri sendiri.
Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Mathari, hadir untuk melihat dan merasakan langsung kondisi mereka. Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari Dapil Banjarmasin Barat itu, belum lama ini, menyalurkan santunan berupa paket sembako kepada para lansia perempuan yang telah ditinggal suami. Lebih dari sekadar bantuan material, kehadirannya membawa pesan: “Kami peduli, kalian tidak sendiri.”
Senyum tipis dan mata berkaca-kaca dari para lansia menyambut kedatangan Mathari. Sejumlah dari mereka menatap paket sembako yang diterima, namun lebih dari itu, mereka menatap perhatian tulus yang hadir dari wakil rakyatnya. Mathari berbincang, mendengar cerita kehidupan mereka, mendengar keluhan sekaligus kebutuhan yang selama ini mungkin jarang tersampaikan secara langsung kepada pihak berwenang.
“Meski bantuan ini tidak besar, kami berharap bisa memberikan manfaat, menghadirkan kebahagiaan, sekaligus menumbuhkan semangat hidup bagi para ibu lansia,” kata Mathari, sambil menyapa seorang perempuan lansia yang telah berjuang sejak ditinggal suami bertahun-tahun lalu.
Menurut Mathari, perhatian kepada lansia perempuan yang hidup sendiri bukan sekadar kegiatan sosial sesaat, tetapi bagian dari tanggung jawab kemanusiaan yang harus dijalankan secara berkelanjutan. “Mereka adalah kelompok rentan yang perlu kita hadirkan sentuhan kepedulian, bukan hanya pada momen tertentu, tapi terus-menerus,” ujarnya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi simbol komitmen Mathari untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya mereka yang menghadapi keterbatasan ekonomi. Setiap paket sembako yang diserahkan adalah lebih dari sekadar beras atau minyak; ia membawa pesan bahwa masyarakat, terutama yang lemah secara ekonomi, tetap diperhatikan, dihargai, dan tidak sendirian.
Senyum yang muncul dari wajah para lansia perempuan itu menjadi hadiah yang tak ternilai bagi Mathari. Ia menegaskan, keberadaannya di tengah masyarakat rentan adalah wujud nyata tanggung jawab sosial dan bentuk kepedulian yang bisa menginspirasi pihak lain untuk ikut bergerak.
“Kami ingin mereka tahu, meski hidup penuh tantangan, mereka tetap diperhatikan dan dihargai. Itu yang terpenting,” kata Mathari menutup kunjungannya dengan penuh haru. (DR)
