Dailyretorika.id,BANJARMASIN – DPRD Kota Banjarmasin menilai positif langkah Pemerintah Kota membentuk ribuan agen 3R (reduce, reuse, recycle) di tingkat rukun tetangga (RT) sebagai upaya menangani darurat sampah di kota tersebut.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Hj Neli Listianti, menyatakan dukungan penuh terhadap gerakan pembentukan agen 3R yang kini telah tersebar di 1.582 RT pada 52 kelurahan dan lima kecamatan.
“Kami sangat mendukung upaya pemerintah kota membentuk gerakan agen 3R di setiap RT ini,” ujarnya di Banjarmasin, Kamis.
Menurut Neli, penanganan persoalan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi harus melibatkan partisipasi aktif masyarakat, terutama di lingkungan RT.
Karena itu, keberadaan agen atau penggerak 3R yang langsung berada di tengah masyarakat dinilai sangat strategis.
Ia menjelaskan, pembentukan agen 3R merupakan bagian dari ikhtiar penanganan darurat sampah pascaditutupnya Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Basirih oleh Kementerian Lingkungan Hidup pada Februari 2025.
TPAS tersebut merupakan satu-satunya fasilitas pemrosesan akhir sampah milik Pemerintah Kota Banjarmasin.
Dengan kondisi tersebut, kata Neli, kekuatan penanganan sampah kini harus dititikberatkan pada pengelolaan dari sumbernya, yakni di lingkungan masyarakat melalui pemilahan dan pengolahan mandiri.
“Agen 3R inilah yang bertugas untuk mengedukasi masyarakat untuk memilah sampah yang masih bisa dimanfaatkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, DPRD juga akan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program tersebut, mengingat para agen 3R mendapatkan dukungan pembiayaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Neli berharap, langkah ini dapat segera mengeluarkan Banjarmasin dari status darurat sampah. Saat ini, penanganan disebut telah menunjukkan perkembangan dengan berkurangnya volume sampah yang harus dibuang ke TPAS Banjarbakula di Banjarbaru.
Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin, HM Yamin HR, menegaskan bahwa persoalan sampah tidak lagi dapat diselesaikan hanya dengan menambah armada angkut atau memperluas tempat pembuangan akhir.
“Kami membentuk 1.582 agen 3R untuk setiap RT yang menjadi garda depan pengurangan sampah dari rumah tangga ini. Kalau masyarakat mulai memilah dari sumbernya, beban TPA akan berkurang drastis,” ujarnya.
Menurut Yamin, program ini dirancang untuk menjawab tantangan kota berbasis sungai seperti Banjarmasin, di mana sampah rumah tangga kerap berakhir di saluran drainase hingga sungai.
Dalam praktiknya, para agen 3R akan memberikan edukasi langsung kepada warga mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik, pemanfaatan ulang barang layak pakai, serta penguatan kegiatan daur ulang di tingkat komunitas.
Program ini diharapkan mampu membangun budaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan dari tingkat rumah tangga.(DR)
