Cucun Ahmad Syamsurijal Tekankan Pentingnya Kesetaraan Pendidikan Agama Islam dalam Sistem Pendidikan Nasional

Ngopi bareng Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal pendidikan islam sebagai arus utama pendidikan nasional (Foto:DR)

DAILYRETORIKA.ID,BANJARMASIN – Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, tegaskan pentingnya pendidikan agama Islam peroleh hak yang setara dalam sistem pendidikan nasional.

Hal tersebut disampaikannya saat berdiskusi bersama masyarakat, akademisi, dan organisasi keagamaan Islam di Banjarmasin, Sabtu (15/11/2025).

Bacaan Lainnya

Pertemuan yang berlangsung di Kedai 99 Trisakti Banjarmasin itu membahas urgensi penguatan pendidikan Islam dalam peta jalan pendidikan nasional.Dalam kesempatan tersebut, H. Cucun menegaskan bahwa pendidikan agama Islam memegang peranan fundamental dalam membentuk karakter bangsa.

Lembaga pendidikan di bawah Kementerian Agama ini punya hak yang sama di sisi pendidikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa DPR RI sedang melanjutkan proses penyusunan naskah akademik terkait arah dan tujuan peta jalan pendidikan Indonesia, yang payung hukumnya telah mulai disusun sejak era Presiden Joko Widodo.

Di tengah ketinggalannya pendidikan kita, bukan hanya di level global, regional saja kita itu ketinggalan jauh,” ucapnya.

Cucun menambahkan bahwa DPR RI kini lebih serius memperjuangkan penyelesaian naskah akademik tersebut, dengan dukungan pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

Menyusun Undang-Undang itu kan bersama-sama, DPR dan pemerintah. Sekarang naskah akademik kami sudah 70–80 persen,” tuturnya.

Ia menilai pembahasan harus mencakup kurikulum pendidikan hingga penguatan SDM, terutama guru.

Menurutnya, pergantian menteri sering kali membuat kurikulum berubah-ubah.”Ini yang menjadi perhatian kita semua tegasnya.

Foto bersama peserta ngopi bareng
“bang cucun” (Foto: DR)

Sementara itu, Direktur Pendidikan Agama Islam (PAI) Kementerian Agama RI, Dr. Munir, menekankan perlunya sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam memperjuangkan pendidikan agama.

Kami sebagai eksekutif selalu menyuarakan dan memperjuangkan dari sisi akademiknya. Namun bila legislatif tidak ikut, maka perjuangan ini akan terus mentok,” pungkasnya.(DR)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *