Dailyretorika.id-Banjarmasin – Perpustakaan Palnam milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan kian menegaskan perannya bukan sekadar tempat membaca, melainkan ruang belajar yang ramah dan menyenangkan bagi anak-anak.
Hal tersebut terlihat dari kunjungan puluhan siswa TK Negeri Pembina Banjarmasin Tengah 2 yang mengikuti kegiatan belajar sambil bermain di perpustakaan tersebut.
Berlokasi di Jalan A. Yani Kilometer 6 Banjarmasin, Perpustakaan Palnam hampir setiap hari dipadati pengunjung dari berbagai kalangan.
Selain masyarakat umum, perpustakaan ini juga menjadi tujuan favorit lembaga pendidikan anak usia dini yang ingin mengenalkan literasi sejak dini melalui pendekatan yang kreatif dan interaktif.
Dalam kunjungan tersebut, para siswa disambut hangat oleh petugas dan diarahkan ke layanan perpustakaan anak. Sebelum membaca dan mengeksplorasi koleksi buku, anak-anak diajak mengikuti kegiatan panggung gembira yang berisi kuis edukatif serta dongeng interaktif.
Metode ini terbukti efektif membangun suasana belajar yang menyenangkan sekaligus meningkatkan antusiasme anak terhadap buku dan cerita.
Usai kegiatan, para siswa diberi kesempatan menikmati berbagai fasilitas ramah anak yang tersedia, mulai dari ruang baca anak dengan koleksi buku bergambar dan permainan edukatif, hingga area bermain di dalam dan luar ruangan.
Aktivitas ini memberikan pengalaman belajar yang utuh, menggabungkan unsur edukasi, kreativitas, dan rekreasi.
Kepala TK Negeri Pembina Banjarmasin Tengah 2, Lisdiani, mengapresiasi layanan dan konsep pembelajaran yang diterapkan Perpustakaan Palnam.
Menurutnya, kunjungan tersebut memberikan dampak positif bagi perkembangan minat baca anak-anak.
“Anak-anak tidak hanya belajar, tetapi juga bermain dengan gembira.
Fasilitasnya lengkap, pelayanannya ramah, sehingga anak-anak merasa nyaman dan tertarik untuk mengenal buku sejak dini,” ujarnya, Selasa (20/1/2026).
Ia menambahkan, perpustakaan dengan pendekatan kreatif seperti ini menjadi sarana strategis dalam membentuk karakter gemar membaca dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Sementara itu, Kepala Dispersip Kalimantan Selatan, Sri Mawarni, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus menghadirkan layanan literasi yang ramah anak.
Menurutnya, perpustakaan harus mampu beradaptasi dengan kebutuhan generasi muda agar literasi dapat tumbuh secara alami.
“Kami ingin perpustakaan menjadi ruang yang menyenangkan bagi anak-anak. Dengan suasana yang ramah dan kegiatan yang kreatif, minat baca dan kecintaan terhadap literasi dapat ditanamkan sejak usia dini,” tegasnya.(DR)
