DPRD Banjarmasin Soroti Optimalisasi PAD dalam Pembahasan Pertanggungjawaban APBD 2025

H.Mathari, Wakil Ketua Dprd Kota Banjarmasin. (FOTO: DR)

Dailyretorika.id,BANJARMASIN – DPRD Kota Banjarmasin tengah membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 yang telah disampaikan Wali Kota Banjarmasin.

Dalam pembahasan tersebut, sejumlah catatan dan masukan disampaikan oleh kalangan dewan, khususnya terkait optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta pemanfaatan aset milik pemerintah daerah agar memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pendapatan daerah.

Bacaan Lainnya

Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Mathari, mengatakan proses pembahasan berjalan dengan baik meskipun diwarnai berbagai dinamika yang lazim terjadi dalam forum rapat.

Menurutnya, dinamika tersebut merupakan bagian dari upaya DPRD dalam memberikan masukan dan pengawasan terhadap pelaksanaan anggaran daerah agar lebih efektif dan tepat sasaran.

“Sampai saat ini pembahasan berjalan dengan baik. Tentu ada berbagai masukan dan diskusi yang berkembang dalam rapat, namun semuanya bertujuan untuk menghasilkan kebijakan yang lebih baik bagi Kota Banjarmasin,” ujarnya.

Rapat Badan Anggaran Dprd Kota Banjarmasin Bersama Pemko Banjarmasin.(FOTO: ISTIMEWA)

Mathari menjelaskan, salah satu fokus utama yang menjadi perhatian DPRD adalah bagaimana pemerintah daerah dapat memaksimalkan PAD melalui pengelolaan aset daerah yang lebih optimal.

Menurutnya, masih terdapat sejumlah aset milik pemerintah yang memiliki potensi ekonomi dan dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap pendapatan daerah apabila dikelola secara maksimal.

Karena itu, DPRD juga mendorong adanya evaluasi terhadap berbagai bentuk kerja sama pemanfaatan aset yang selama ini telah berjalan.

“Kami mendorong agar dilakukan evaluasi terhadap kerja sama pemanfaatan aset daerah yang ada saat ini. Tujuannya agar pengelolaan aset dapat lebih produktif dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi daerah,” kata Mathari.

Ia menegaskan, evaluasi tersebut penting dilakukan karena harus disesuaikan dengan perkembangan kondisi dan kebutuhan saat ini.

Menurutnya, berbagai kerja sama yang telah berlangsung dalam kurun waktu tertentu perlu ditinjau kembali untuk memastikan kesesuaiannya dengan situasi terkini serta potensi yang dimiliki aset tersebut.

“Kenapa perlu dievaluasi, karena harus disesuaikan dengan perkembangan kondisi saat ini. Kita ingin memastikan aset daerah benar-benar memberikan nilai tambah dan berkontribusi terhadap peningkatan PAD,” tegasnya.

DPRD berharap melalui pembahasan Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 ini dapat diperoleh berbagai rekomendasi strategis yang mampu memperkuat pengelolaan keuangan daerah, meningkatkan PAD, serta mendorong pemanfaatan aset daerah secara lebih efektif dan berkelanjutan.(DR)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *