DAILYRETORIKA.ID,BANJARMASIN – Persoalan banjir akibat kondisi sungai, bantuan untuk kader Posyandu, hingga akses pendidikan menjadi sejumlah aspirasi yang disampaikan warga kepada anggota DPRD Kota Banjarmasin, H. Gusti Yasni Iqbal, S.E., M.A.P., saat melaksanakan reses Masa Sidang III Tahun 2026.
Kegiatan reses titik ketiga tersebut berlangsung pada Jumat (23/10/2026), di Jalan Seberang Masjid Gang Paris RT 06 RW 01, Kelurahan Seberang Masjid, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin.
Reses anggota DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) Banjarmasin Tengah, Fraksi Partai Gerindra itu turut dihadiri perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dinas Sosial, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta Lurah Seberang Masjid.
Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan sejumlah persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah daerah. Di antaranya, permintaan pengerukan sungai untuk mengurangi risiko banjir, bantuan makanan tambahan bagi Posyandu, serta dukungan pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Menanggapi berbagai aspirasi itu, Gusti Yasni Iqbal menegaskan komitmennya untuk mengawal usulan masyarakat agar dapat diperjuangkan melalui mekanisme perencanaan pembangunan daerah.
Menurutnya, aspirasi warga dapat disalurkan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) maupun Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD.
“Apa yang menjadi keluhan atau permintaan warga akan kita kawal. Dalam perencanaan pemerintah daerah itu ada Musrenbang dan melalui Pokok-Pokok Pikiran Dewan,” ujarnya.
Ia memastikan, berbagai usulan yang dihimpun dalam kegiatan reses tersebut akan dibawa ke dalam Pokir DPRD untuk diperjuangkan dalam pembahasan bersama pemerintah daerah.
“Usulan warga tersebut akan saya bawa di Pokir pada rapat dewan nanti,” katanya.
Terkait persoalan banjir, Yasni menyebut pengerukan sungai menjadi salah satu usulan yang akan diperjuangkan. Langkah tersebut dinilai penting untuk membantu mengatasi persoalan banjir yang dikeluhkan masyarakat di kawasan Seberang Masjid.
“Usulan warga terkait pengerukan sungai akan kita perjuangkan demi mengatasi banjir di wilayah ini,” ucapnya.
Selain persoalan infrastruktur, warga juga mengusulkan bantuan sembako bagi kader Posyandu. Menanggapi hal itu, Yasni menyatakan akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk membahas kemungkinan tindak lanjut terhadap usulan tersebut.
“Untuk bantuan sembako yang diusulkan kader Posyandu, akan dibicarakan dengan Dinsos, karena selama ini di Posyandu belum pernah ada bantuan sembako,” jelasnya.
Sementara itu, terkait keluhan mengenai Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), khususnya warga dalam kategori desil 5 hingga 10 yang merasa kondisi ekonominya belum sesuai dengan klasifikasi data, Yasni menyarankan agar dilakukan peninjauan kembali oleh pihak terkait.
“Maka itu bisa ditinjau ulang oleh pihak BPS,” katanya.
Adapun mengenai bantuan pendidikan melalui Program Kartu Indonesia Pintar (KIP), ia mengimbau masyarakat untuk berkoordinasi dengan dinas terkait serta mengikuti prosedur pendaftaran yang berlaku.
“Untuk KIP, warga bisa menghubungi dinas terkait dan melakukan pendaftaran,” pungkasnya.
Melalui kegiatan reses tersebut, Gusti Yasni berharap berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan daerah, sehingga kebutuhan warga di Kecamatan Banjarmasin Tengah dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran pemerintah daerah. (DR)








