DAILYRETORIKA.ID,BANJARMASIN – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Santri IV dan Festival Anak Takwa 2026 yang diselenggarakan Kelompok Kerja (Pokja) FSU TPQ-LPTQ Kota Banjarmasin resmi berakhir pada Minggu (25/10/2026) pagi. Kegiatan yang diikuti lebih dari 600 santri dari lima kecamatan di Kota Banjarmasin ini menjadi ajang untuk mengasah kemampuan sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an.
Penutupan berlangsung di ruang induk Masjid Jami Banjarmasin, ditandai dengan penyerahan piala dan uang pembinaan kepada para peserta terbaik dari berbagai cabang perlombaan.
MTQ Santri IV dan Festival Anak Takwa 2026 berlangsung selama tiga hari, sejak Jumat hingga Minggu, 23–25 Oktober 2026. Sejumlah cabang yang diperlombakan meliputi tilawah, tahfiz, tartil, azan, praktik salat, dan khat.
Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut. Apresiasi secara khusus disampaikan kepada panitia, pengurus LPTQ, pengelola Masjid Jami Banjarmasin, serta pihak-pihak yang turut memberikan dukungan.
Menurutnya, MTQ Santri tidak hanya menjadi ajang kompetisi untuk mengukur kemampuan peserta, tetapi juga merupakan bagian dari upaya membentuk generasi Islam yang berkualitas sekaligus memperkuat syiar agama Islam di Kota Banjarmasin.
“Pemerintah Kota Banjarmasin sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah melaksanakan kegiatan ini. MTQ Santri menjadi salah satu upaya untuk membentuk generasi Islam yang berkualitas sekaligus menjadi sarana syiar agama Islam, khususnya di Kota Banjarmasin,” ujar Ichrom.
Ia juga berpesan kepada para peserta yang berhasil meraih juara agar tidak cepat berpuas diri dan terus meningkatkan kemampuan. Sementara bagi peserta yang belum memperoleh juara, ia meminta agar tetap bersemangat dan menjadikan pengalaman tersebut sebagai motivasi untuk berlatih lebih giat.
“Bagi santri yang meraih juara, kami ucapkan selamat. Bagi yang belum beruntung, jangan berhenti berlatih. Teruslah berusaha dan meningkatkan kemampuan agar prestasi dapat diraih pada kesempatan berikutnya,” pesannya.
Ichrom berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wadah pembinaan generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an. Namun, ia mengingatkan agar penyelenggaraan kegiatan tetap memperhatikan berbagai aspek, termasuk efisiensi penggunaan anggaran daerah.
Sementara itu, Bendahara Pokja FSU TPQ-LPTQ Kota Banjarmasin, Hamdani, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan hingga pengumuman pemenang.
Ia menyebut keberhasilan penyelenggaraan MTQ Santri IV dan Festival Anak Takwa 2026 tidak terlepas dari kerja sama panitia serta dukungan berbagai pihak, khususnya pengelola Masjid Jami Banjarmasin.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik hingga penutupan dan pengumuman pemenang. Kami panitia merasa puas dan bangga atas keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini,” kata Hamdani.
Hamdani turut mengingatkan para peserta yang berhasil meraih juara agar terus mengembangkan kemampuan, sedangkan mereka yang belum berhasil diharapkan tidak berkecil hati dan tetap tekun berlatih.
Kebahagiaan juga dirasakan Muhammad Raghil Al Ghifari, salah satu peserta yang berhasil meraih peringkat terbaik pertama pada cabang Qari-Qariah Terbaik Tartil Golongan Remaja.
Raghil mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut. Ia menyebut dukungan dan bimbingan kedua orang tuanya, disertai latihan yang tekun, menjadi bagian penting dari keberhasilannya.
“Alhamdulillah, berkat belajar yang giat bersama ibu dan bapak, akhirnya bisa membuahkan hasil yang baik,” ungkap Raghil. (DR)
