Komisi III DPRD Soroti BRC Basirih Belum Maksimal, Mesin Rusak dan SDM Minim Jadi Kendala

Kunjungan Komisi III Dprd Banjarmasin Ke BRC Basirih.(Foto: DR)

Dailyretorika.id,BANJARMASIN – Operasional Banjarmasin Recycling Center (BRC) di Rumah Pilah Sampah Basirih mendapat sorotan dari Komisi III DPRD Kota Banjarmasin. Minimnya tenaga kerja hingga mesin pemilah sampah yang belum berfungsi optimal dinilai menjadi penyebab rendahnya kapasitas pengolahan sampah di fasilitas tersebut.

Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, HM Ridho, menyampaikan hal itu usai melakukan peninjauan langsung ke lokasi, Kamis (7/5/2026).

Bacaan Lainnya

Dari hasil sidak, Ridho menilai fasilitas yang tersedia sebenarnya cukup memadai.

Namun, pemanfaatannya masih belum maksimal karena hanya dua mesin pemilah yang beroperasi, sementara satu mesin lainnya masih dalam tahap perbaikan.

“Kita melihat ada dua mesin yang standby hari ini, cuma satu masih dalam perbaikan. Kapasitas yang disampaikan sekitar 10 ton per hari. Kita berharap ini bisa lebih dari itu,” ujarnya kepada awak media.

Menurut Ridho, apabila seluruh mesin dapat difungsikan secara optimal dan didukung sistem kerja yang baik, kapasitas pengolahan sampah di BRC Basirih berpotensi meningkat hingga 20 sampai 30 ton per hari.

Ia menilai peningkatan kapasitas sangat penting untuk membantu mengurangi persoalan penumpukan sampah dan pencemaran lingkungan di Kota Banjarmasin.

“Kalau melihat di sini sebenarnya sudah cukup bagus. Hanya saja memang belum benar-benar maksimal dalam bekerja untuk memilah sampah. Posisi pekerja juga belum maksimal, alat juga belum maksimal,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, Komisi III DPRD Kota Banjarmasin berencana melakukan komunikasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) guna mencari solusi konkret terhadap persoalan pengelolaan sampah di BRC.

Salah satu opsi yang akan dibahas yakni penambahan mesin dan teknologi pemilahan sampah agar kapasitas pengolahan dapat meningkat.

“Nantinya kami Komisi III akan berkomunikasi dengan Dinas Lingkungan Hidup bagaimana mencari solusi, termasuk kemungkinan membeli alat baru agar kapasitas pemilahan di sini bisa bertambah,” tegas Ridho.

Ia juga meminta pihak pengelola mampu memaksimalkan fasilitas yang sudah tersedia dan menyusun langkah teknis agar pengolahan sampah berjalan lebih efektif.

“Kita berharap pengelola bisa menyampaikan kiat-kiatnya, bagaimana agar ini bisa berjalan lebih maksimal dan persoalan sampah di kota bisa terbantu melalui BRC ini,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT PALD Banjarmasin, Endani, mengapresiasi kunjungan Komisi III DPRD yang turun langsung melihat kondisi operasional di lapangan.

Menurutnya, perhatian dari DPRD sangat dibutuhkan agar pengelolaan BRC dapat berkembang menjadi pusat pengolahan sampah utama di Kota Banjarmasin.

“Harapannya tempat ini bisa menjadi destinasi utama pengolahan sampah. Bahkan kalau memungkinkan, fasilitas seperti ini juga bisa tersedia di setiap kecamatan,” ujarnya.

Endani mengungkapkan, kebutuhan mendesak saat ini adalah penambahan sumber daya manusia (SDM), teknologi, dan mesin pemilah sampah agar volume pengolahan dapat meningkat signifikan.

“Kapasitas gudang ini idealnya ditambah minimal dua mesin lagi, sehingga total menjadi empat mesin yang bekerja secara simultan, seiring dengan penambahan tenaga kerja.

Saat ini ada sekitar 20 pekerja dengan dua mesin, dan itu masih bisa ditingkatkan lagi,” pungkasnya.(DR)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *