DAILYRETORIKA.ID,BANJARMASIN – Persoalan jaringan kabel utilitas yang semrawut, pelayanan air bersih, hingga dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi sejumlah aspirasi yang disampaikan warga saat kegiatan reses anggota DPRD Kota Banjarmasin, Muhammad Mustakim, Minggu (25/10/2026).
Kegiatan penelaahan aspirasi masyarakat tersebut berlangsung di Jalan A. Yani Km 3,5, Kompleks Pandu, RT 15–20, Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Banjarmasin Timur.
Dalam pertemuan itu, warga menyampaikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan kebutuhan dasar dan kenyamanan lingkungan permukiman. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pemasangan kabel utilitas yang dinilai semrawut dan mengganggu ketertiban serta keindahan kota.
Muhammad Mustakim mengatakan, sebenarnya Pemerintah Kota Banjarmasin telah memiliki Peraturan Wali Kota (Perwali) yang mengatur persoalan tersebut. Namun, menurutnya, masih banyak masyarakat maupun pelaku usaha yang belum mengetahui secara menyeluruh aturan yang berlaku.
Karena itu, ia berharap dinas terkait lebih gencar menyosialisasikan regulasi tersebut agar dapat dipahami dan dipatuhi seluruh pihak, terutama pelaku usaha yang melakukan pemasangan jaringan utilitas.
“Jangan sampai pemasangan kabel dilakukan sembarangan sehingga mengganggu masyarakat. Ini berkaitan dengan keindahan, ketertiban, dan kearifan lokal Kota Banjarmasin,” ujarnya.
Selain persoalan kabel utilitas, warga juga menyampaikan aspirasi terkait pelayanan air bersih PT Air Minum (PTAM) Bandarmasih serta dampak karhutla yang turut menjadi perhatian masyarakat.
Mustakim juga menyoroti kondisi material sisa pekerjaan perbaikan drainase di kawasan Jalan Gatot Subroto yang diharapkan segera dibersihkan agar tidak berserakan dan menumpuk di sekitar lokasi.
Meski pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh pemerintah provinsi, ia menilai kebersihan lingkungan di wilayah Kota Banjarmasin tetap perlu menjadi perhatian bersama.
Ia berharap pasukan turbo dapat dikerahkan untuk membantu membersihkan material sisa pekerjaan tersebut. Keterlibatan masyarakat juga dinilai penting agar upaya menjaga kebersihan lingkungan dapat dilakukan secara gotong royong.
Menurut politisi Partai NasDem tersebut, sinergi antara pemerintah dan masyarakat diperlukan agar kawasan yang telah mendapatkan perbaikan infrastruktur tetap tertata dan nyaman.

Selain menyerap aspirasi warga, Mustakim turut menghadirkan pamandihin muda dalam kegiatan reses tersebut sebagai upaya mengenalkan dan melestarikan kesenian tradisional Banjar, yakni madihin.
Mustakim yang juga dikenal sebagai penggiat kesenian dan hiburan di Kota Banjarmasin itu mengatakan, pengenalan budaya lokal kepada generasi muda perlu terus dilakukan agar kesenian tradisional tidak semakin dilupakan.
Ia menilai, saat ini masih banyak generasi muda, khususnya anak-anak, yang belum mengenal secara mendalam kesenian madihin sebagai salah satu warisan budaya masyarakat Banjar.
Melalui kegiatan tersebut, ia berharap masyarakat tidak hanya mendapatkan ruang untuk menyampaikan aspirasi, tetapi juga dapat mengenal kembali kekayaan budaya daerah.
Menurutnya, pelestarian kesenian tradisional membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar tetap dikenal, diminati, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Dengan demikian, kegiatan reses tidak hanya menjadi sarana menyerap kebutuhan masyarakat, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan serta menjaga identitas budaya lokal Banjarmasin. (DR)








