Fatayat NU Kalsel Salurkan Bantuan Sembako dan Trauma Healing untuk Korban Banjir di Desa Pembantanan

Pw Fatayat Nu KalSel kunjungi & Berikan Bantuan Kepada Warga Terdampak Banjir. (foto: DR)

Dailyretorika.id,Kabupaten Banjar – Pengurus Wilayah (PW) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kalimantan Selatan menunjukkan kepeduliannya terhadap korban bencana banjir dengan menyalurkan bantuan paket sembako ke Desa Pembantanan, Kabupaten Banjar, pada Minggu (25/1/2026).

Rombongan PW Fatayat NU Kalsel harus menempuh perjalanan menggunakan klotok kecil untuk mencapai lokasi, mengingat kondisi desa yang hingga kini masih terendam banjir.

Bacaan Lainnya

Sudah lebih dari satu bulan, sebagian warga terpaksa bertahan di rumah yang digenangi air.

Ketua PW Fatayat NU Kalsel, Hilyah Aulia, melalui Sekretaris PW Fatayat NU Kalsel, Melly Minarti, menyampaikan bahwa bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga sekaligus menghadirkan senyuman di tengah kondisi sulit yang mereka alami.

“Bantuan paket sembako ini kami harapkan bisa membantu kebutuhan dasar warga dan setidaknya menghadirkan sedikit kebahagiaan bagi mereka yang sudah lebih dari sebulan terdampak banjir,” ujar Melly Minarti di sela kegiatan.

Tidak hanya menyalurkan bantuan logistik, PW Fatayat NU Kalsel bersama para pengurus juga menggelar kegiatan trauma healing bagi anak-anak.

Pengurus pw fatayat NU kalsel menghibur anak-anak terdampak banjir.(DR)

Para relawan membaur, mengajak bermain, bernyanyi, dan menghibur anak-anak agar dapat mengurangi rasa trauma akibat bencana banjir yang berkepanjangan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen sosial PW Fatayat NU Kalsel dalam mendampingi masyarakat yang terdampak bencana, baik secara fisik maupun psikologis.

Ke depan, PW Fatayat NU Kalsel berharap program sosial dan kemasyarakatan seperti ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan sebagai wujud nyata peran organisasi perempuan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

Pihaknya juga mengucapkan terimkasih kepada semua pihak yang membantu baik materi maupun moril, termasuk pembina dan pengurus fatayat nu sekalsel, tutupnya. (DR)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *