AS Klaim Iran Serang Dubes Israel, Meksiko Bantah

Keganasan yang Terungkap: Upaya Pembunuhan Duta Besar Israel di Meksiko

Amerika Serikat dan Israel menuduh Iran melakukan percobaan pembunuhan terhadap Duta Besar Israel untuk Meksiko, Einat Kranz Neiger. Korps Garda Revolusi Islam Iran disebut berencana membunuh duta besar tersebut sejak akhir tahun lalu, tetapi upaya tersebut berhasil dibendung dan saat ini tidak ada ancaman lagi.

Seorang pejabat AS mengatakan bahwa rencana pembunuhan terhadap duta besar, Einat Kranz Neiger, telah aktif sepanjang paruh pertama tahun ini. Pernyataan ini disampaikan dalam wawancara dengan syarat anonim. Teheran merespons dengan menyatakan klaim tersebut sebagai “kebohongan besar.” Sementara itu, pemerintahan Meksiko mengaku tidak mengetahui adanya kejadian ini.

Percobaan pembunuhan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan Iran yang masih bertukar serangan. Israel menyampaikan rasa terima kasih kepada aparat keamanan dan penegak hukum di Meksiko karena telah menggagalkan jaringan teroris yang diarahkan oleh Iran yang berupaya menyerang duta besar Israel di Meksiko.

Respons dari Berbagai Pihak

Kedutaan Iran di Meksiko merespons kejadian ini dengan menyebut serangan tersebut sebagai sebuah “kebohongan besar.” Tujuan mereka adalah untuk merusak hubungan persahabatan dan historis antara kedua negara (Meksiko dan Iran), yang dengan tegas mereka tolak. Hal ini diunggah oleh kedutaan besar Iran di Meksiko pada X.

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Meksiko mengaku “tidak menerima informasi” terkait kejadian tersebut. Negara yang secara historis memiliki pendekatan hubungan internasional yang lebih non-intervensi memiliki sikap yang lebih berhati-hati terkait genosida yang terjadi di Gaza, berbeda dengan negara-negara Amerika Latin lainnya.

Meksiko telah mendukung penyelidikan terhadap tuduhan kejahatan perang Israel di Gaza. Namun, mereka juga mempertahankan hubungan diplomatik dengan Israel, yang telah terjalin beberapa dekade lalu dan sebagian besar bersifat bersahabat.

Klaim Amerika Serikat

Perwakilan pemerintah AS mengatakan bahwa Garda Revolusi Pasukan Quds elit memulai rencana itu pada akhir 2024 dan berhasil digagalkan tahun ini. Menurut sumber dari AS, operasi ini diduga melibatkan proses perekrutan agen-agen rahasia dari Duta Besar Iran di Venezuela, dipimpin oleh Presiden Nicolas Maduro, sekutu dekat Iran.

Kejadian ini diklaim sesuai dengan pola yang biasa dilakukan Iran, yakni melakukan penargetan diplomat, jurnalis, dan oposisi pemerintah Iran di belahan dunia. Seorang pejabat pemerintahan AS yang namanya dirahasiakan mengklaim bahwa hal ini seharusnya membuat khawatir semua negara yang memiliki kehadiran Iran.

Intelijen Israel dan Tindakan Lain

Intelijen Israel menuding Pasukan Quds merencanakan operasi yang menarget orang Israel dan Yahudi di berbagai belahan dunia. Sebelumnya, Australia mengusir Duta Besar Iran karena menuding ada keterkaitan Kedutaan Iran dalam kasus serangan pembakaran sinagog di Melbourne dan Restoran Kosher di Sydney.

Menurut laman berita AS pro-Israel Axios, operasi ini dipimpin oleh seorang agen Unit 11000 yang menghabiskan beberapa tahun menangani dan merekrut agen-agen Iran di seluruh Amerika Latin dari Kedutaan Besar Iran di Venezuela. Saat rencana tersebut dijalankan, agen tersebut telah kembali ke markas Pasukan Quds di Teheran.

Amerika Latin juga merupakan lokasi di mana serangan-serangan yang berkaitan dengan Timur Tengah terjadi. Di antaranya adalah Jewish Center di Buenos Aires pada 1994 yang menewaskan 85 orang. Serangan ini diduga didalangi oleh Hezbollah dengan dukungan Iran.

Hubungan Iran-Israel yang Membara

Rencana ini merupakan tindakan respons dari serangan Israel pada 1 April 2024 yang menarget Kedutaan Besar Iran di Damaskus yang menewaskan beberapa perwira tinggi Garda Revolusi dan memicu sumpah balas dendam Iran. Serangan ini dibalas dengan serangan rudal dan pesawat tak berawak dengan target di Israel, diikuti dengan operasi pengeboman besar-besaran Israel ke Iran yang menewaskan lebih dari 1000 orang dengan dukungan AS yang menargetkan fasilitas nuklir di Iran.

Penentuan Iran sebagai target Israel dilakukan atas dasar posisi pemerintahan Iran yang terus mendukung Hamas. Serangan Hamas memicu genosida Israel di Gaza dan eskalasi regional antara Israel dengan Suriah, Lebanon, Qatar, dan Yaman.

Meskipun bersifat keras terhadap Israel, Iran masih menjadi rumah yang aman bagi komunitas Yahudi bersejarah hingga saat ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *