Dailyretorika.id,Banjarmasin – Kegiatan reses masa sidang I tahun 2026 yang dilaksanakan anggota DPRD Kota Banjarmasin mencapai titik keempat sekaligus terakhir di Kelurahan Telaga Biru, Kecamatan Banjarmasin Barat, Jumat (3/4/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin dari Fraksi Golkar menyampaikan bahwa berbagai aspirasi masyarakat mencuat, terutama terkait permasalahan bantuan sosial dan program bedah rumah yang dinilai belum tepat sasaran.
“Banyak masyarakat yang mengeluh karena tidak menerima bantuan, padahal mereka berhak. Permasalahan ini sebagian besar terkendala pada pendataan,” ujarnya.
Ia menegaskan, pihaknya akan segera menindaklanjuti keluhan tersebut dengan berkoordinasi langsung ke dinas terkait.
Bahkan, dalam waktu dekat, dirinya berencana mendampingi warga yang telah lama menyampaikan keluhan namun belum mendapatkan solusi.
Selain persoalan sosial, isu pengelolaan sampah juga menjadi perhatian utama dalam rangkaian reses di empat titik yang telah dilaksanakan. DPRD menggandeng Dinas Lingkungan Hidup untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah dari sumber.
“Kami meminta Dinas Lingkungan Hidup untuk aktif memberikan edukasi terkait pilah sampah di Kota Banjarmasin, khususnya di Banjarmasin Barat. Harapannya, masyarakat mulai terbiasa memilah sampah untuk mengurangi beban tempat pembuangan,” jelasnya.
Ia juga menyinggung bahwa sekitar 50 persen sampah di Kota Banjarmasin berasal dari rumah tangga.
Oleh karena itu, kesadaran masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam mengatasi persoalan tersebut.

Terkait kebijakan retribusi sampah, DPRD bersama Dinas Lingkungan Hidup masih menggodok skema yang tepat, termasuk menanggapi adanya usulan kenaikan tarif.
Komunikasi pun telah dilakukan dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup yang baru, dengan harapan adanya inovasi dalam penanganan sampah.
Lebih lanjut, ia mendorong optimalisasi peran agen TPS 3R di tingkat RT untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, termasuk pengolahan sampah organik menjadi pupuk.
“Kami berharap agen 3R di setiap RT bisa aktif memberikan penyuluhan kepada warga, sehingga pengelolaan sampah bisa dimulai dari rumah tangga,” tambahnya.
Di akhir kegiatan, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama bertanggung jawab terhadap sampah, serta tidak sepenuhnya menyerahkan persoalan tersebut kepada pemerintah.
“Sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Mari kita mulai dari diri sendiri dengan memilah sampah dari rumah,” pungkasnya.(DR)






