DAILYRETORIKA.ID,BANJARMASIN – Anggota DPRD Kota Banjarmasin dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Hilyah Aulia, menyoroti belum terealisasinya pembangunan drainase di Kelurahan Kelayan Tengah, Kecamatan Banjarmasin Selatan. Persoalan tersebut menjadi salah satu aspirasi utama warga saat kegiatan reses yang digelar di Gang Silaturahim RT 02, Kelayan Tengah.
Dalam dialog bersama masyarakat, Hilyah menerima berbagai usulan dan keluhan, terutama terkait kondisi jalan lingkungan yang hingga kini belum dilengkapi saluran drainase yang memadai.
Menurutnya, usulan pembangunan jalan beserta drainase di kawasan tersebut telah beberapa kali diajukan melalui program Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD, baik olehnya maupun anggota dewan lainnya. Namun hingga kini, realisasinya masih belum terlaksana.
Ia menjelaskan, ketiadaan drainase menyebabkan kawasan permukiman warga kerap tergenang saat hujan deras maupun ketika air sungai pasang. Bahkan, genangan air disebut mencapai musala dan sejumlah rumah warga.
“Pembangunan jalan dan drainase ini sudah beberapa kali kami usulkan melalui Pokir DPRD. Mudah-mudahan dapat segera direalisasikan karena sangat dibutuhkan masyarakat untuk mengatasi genangan yang sering terjadi,” ujar Hilyah.

Selain persoalan infrastruktur, warga juga menyampaikan aspirasi mengenai terbatasnya lapangan pekerjaan dan tingginya angka pengangguran di Kelayan Tengah.
Menanggapi hal tersebut, Hilyah mendorong masyarakat untuk mulai mengembangkan usaha mandiri melalui sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurutnya, pengembangan UMKM perlu didukung dengan program pelatihan keterampilan agar masyarakat memiliki bekal membuka peluang usaha baru.
“Selain memperjuangkan pembangunan infrastruktur, kami juga mendorong masyarakat mengembangkan UMKM. Dengan pelatihan keterampilan dan pendampingan, diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan perekonomian keluarga,” katanya.
Hilyah mengaku bersyukur atas tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan reses. Ia menyebut Kelayan Tengah merupakan titik keempat sekaligus lokasi terakhir dalam rangkaian reses masa sidang kali ini.
Sementara itu, Lurah Kelayan Tengah, Rabiatul Adawiyah, mengatakan berbagai aspirasi yang disampaikan warga telah mendapat perhatian dari anggota DPRD dan memiliki peluang untuk diperjuangkan melalui mekanisme perencanaan pembangunan.
Ia menjelaskan bahwa masyarakat perlu memahami setiap usulan pembangunan tidak dapat langsung direalisasikan karena harus melalui tahapan perencanaan dan penganggaran sesuai ketentuan yang berlaku.
“Banyak masyarakat yang menanyakan mengapa usulan dalam Musrenbang belum juga terealisasi. Salah satu kendalanya adalah keterbatasan kuota usulan yang dapat diakomodasi setiap tahunnya,” ujar Rabiatul.
Menurutnya, keberadaan program Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD diharapkan dapat membantu mempercepat realisasi sejumlah kebutuhan masyarakat yang telah tercatat dalam sistem perencanaan daerah.
Melalui kegiatan reses tersebut, warga Kelayan Tengah berharap berbagai usulan pembangunan, khususnya perbaikan drainase, jalan lingkungan, serta pengembangan ekonomi masyarakat, dapat menjadi prioritas dalam program pembangunan Pemerintah Kota Banjarmasin pada tahun-tahun mendatang. (DR)








