DAILYRETORIKA.ID,BANJARMASIN – Persoalan distribusi air bersih yang belum merata, kondisi air PAM Bandarmasih yang masih terasa asin, hingga kerusakan jalan permukiman menjadi keluhan warga dalam kegiatan reses Masa Sidang III Anggota DPRD Kota Banjarmasin dari Fraksi Partai Gerindra, Neli Listriani, di Jalan Teluk Tiram, Kelurahan Teluk Tiram, Kecamatan Banjarmasin Barat, Minggu (25/10/2026) sore.
Dalam kegiatan penelaahan dan penyerapan aspirasi masyarakat tersebut, warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan air bersih yang hingga kini belum dirasakan secara optimal, khususnya oleh masyarakat yang tinggal di wilayah ujung jaringan distribusi.
Warga mengeluhkan aliran air PAM yang belum lancar serta kualitas air yang masih terasa asin sehingga menyulitkan pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Mereka berharap pihak terkait melakukan peninjauan langsung ke lapangan untuk mengetahui penyebab persoalan sekaligus memastikan solusi yang dapat segera direalisasikan.
Menanggapi keluhan tersebut, Neli Listriani mengatakan persoalan distribusi air bersih menjadi salah satu aspirasi utama yang disampaikan warga dalam reses kali ini.
Menurutnya, keterbatasan aliran air di kawasan Teluk Tiram berkaitan dengan kapasitas pipa distribusi yang dinilai belum memadai. Rencana penggantian pipa dengan diameter lebih besar di kawasan Tanjung Berkat diharapkan mampu meningkatkan kelancaran pasokan air ke rumah-rumah warga.
“Memang salah satu keluhan utama warga adalah distribusi air bersih yang belum lancar. Berdasarkan informasi yang kami terima, pipa yang mengalirkan air ke kawasan Teluk Tiram berukuran relatif kecil. Ada rencana penggantian dengan pipa berdiameter lebih besar nantinya,” ujar Neli.
Ia berharap rencana tersebut dapat segera direalisasikan sehingga distribusi air bersih pada 2027 menjadi lebih lancar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Selain persoalan air bersih, warga juga menyampaikan keluhan terkait kondisi jalan permukiman yang rusak dan belum mendapatkan perbaikan, terutama di kawasan Tanjung Berkat. Perbaikan infrastruktur tersebut dinilai penting untuk menunjang aktivitas dan kenyamanan masyarakat.
Neli menegaskan, setiap aspirasi yang disampaikan warga akan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan, tingkat urgensi, serta mekanisme yang berlaku.
Untuk persoalan mendesak atau perbaikan ringan, pihaknya akan mendorong koordinasi dengan instansi terkait agar penanganannya dapat dilakukan lebih cepat. Sementara itu, pembangunan jalan, jembatan, dan infrastruktur berskala besar akan diperjuangkan melalui mekanisme pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD.
“Semua aspirasi yang disampaikan masyarakat tentu ingin kami tindak lanjuti. Untuk persoalan yang sifatnya mendesak atau perbaikan ringan, akan kami koordinasikan dengan dinas terkait agar bisa segera ditangani. Sedangkan pembangunan jalan, jembatan, dan infrastruktur dengan skala lebih besar akan kami perjuangkan melalui mekanisme pokir DPRD,” jelasnya.
Tidak hanya infrastruktur dan air bersih, warga juga menyampaikan aspirasi terkait bantuan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH).
Neli mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk memeriksa kelayakan calon penerima bantuan sekaligus memastikan proses pengajuan dan penyalurannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Melalui kegiatan reses tersebut, Neli berharap berbagai aspirasi masyarakat Teluk Tiram dapat menjadi perhatian pemerintah dan instansi terkait, sehingga persoalan pelayanan air bersih, perbaikan jalan, serta kebutuhan dasar warga dapat ditangani secara bertahap dan tepat sasaran. (DR)
