DAILYRETORIKA.ID,BANJARMASIN – Lima abad perjalanan Kota Banjarmasin menjadi momentum penting bagi seluruh masyarakat dan jajaran pemerintahan untuk meneguhkan kembali semangat membangun kota secara bersama-sama.
Mengusung tema “Lima Abad Kami Kawa Gawi Sabumi, Banjarmasin Maju Sejahtera”, peringatan Hari Jadi (Harjad) ke-500 Kota Banjarmasin berlangsung khidmat dan meriah di lingkungan Sekretariat DPRD Kota Banjarmasin.
Rangkaian peringatan Harjad ke-500 Banjarmasin diawali dengan ziarah ke makam Sultan Suriansyah di kawasan Kuin, Banjarmasin. Ziarah tersebut menjadi bagian penting dalam mengenang sejarah berdirinya Kota Banjarmasin sekaligus menghormati jasa para pendahulu yang telah meletakkan dasar bagi perkembangan kota hingga mencapai usia lima abad.
Setelah ziarah, rangkaian peringatan dilanjutkan dengan Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Banjarmasin dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin.
Suasana istimewa terlihat dari antusiasme seluruh pimpinan dan anggota DPRD Banjarmasin yang mengikuti rangkaian peringatan tersebut. Hadir pula Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR bersama Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj Ananda, jajaran Pemerintah Kota Banjarmasin, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta undangan lainnya.
Lima abad bukan sekadar angka perjalanan waktu.
Bagi Banjarmasin, momentum tersebut menjadi refleksi atas perjalanan panjang kota, sekaligus pijakan untuk menghadapi tantangan pembangunan pada masa mendatang.
Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR mengatakan, usia 500 tahun menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam membangun Banjarmasin.
“Lima abad Banjarmasin bukan hanya perayaan usia kota, tetapi menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan yang sudah kita lalui dan menyiapkan langkah ke depan. Semangatnya adalah bagaimana seluruh masyarakat bisa bersama-sama membangun Banjarmasin agar semakin maju dan sejahtera.”
Menurutnya, tema “Kami Kawa Gawi Sabumi” menggambarkan semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat Banjarmasin.
“Kami kawa gawi sabumi artinya kita mampu bekerja bersama-sama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Pembangunan Banjarmasin membutuhkan dukungan seluruh masyarakat, dunia usaha, tokoh agama, tokoh masyarakat dan semua pihak.”
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Banjarmasin Rikval Fachruri menilai usia lima abad menjadi momentum penting bagi lembaga legislatif dan pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Lima ratus tahun adalah perjalanan yang sangat panjang. Ini menjadi momentum bagi kita semua untuk menghargai sejarah sekaligus melihat apa yang harus dilakukan ke depan.
DPRD tentu akan terus bersinergi dengan pemerintah kota untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat Banjarmasin.”
Rikval menegaskan, DPRD Banjarmasin memiliki tanggung jawab untuk memastikan pembangunan kota tetap berpihak kepada kepentingan masyarakat.
“Semangat Hari Jadi ke-500 ini harus diwujudkan melalui kerja nyata. Bukan hanya seremoni, tetapi bagaimana pembangunan, pelayanan publik dan kebijakan yang dihasilkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.”
Wakil Ketua DPRD Banjarmasin Isnaini mengatakan, perjalanan lima abad Banjarmasin harus menjadi inspirasi bagi generasi sekarang untuk menjaga identitas dan karakter kota.
“Kita harus bangga dengan sejarah Banjarmasin. Lima abad merupakan perjalanan panjang yang harus kita jaga dan teruskan. Tugas kita sekarang adalah memastikan Banjarmasin berkembang tanpa kehilangan jati dirinya,” ucapnya.
Menurut Isnaini, semangat kebersamaan menjadi kunci dalam menghadapi berbagai persoalan kota.
“Kami kawa gawi sabumi harus menjadi semangat bersama. Semua elemen harus bergerak, karena persoalan kota tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja,” terangnya.
Senada, Wakil Ketua DPRD Banjarmasin Harry Wijaya menyebut peringatan Harjad ke-500 harus menjadi momentum evaluasi sekaligus menumbuhkan optimisme terhadap masa depan Banjarmasin.
“Lima abad adalah momentum untuk melakukan refleksi. Apa yang sudah baik harus kita pertahankan, sementara kekurangan harus kita perbaiki bersama. Harapannya Banjarmasin ke depan semakin maju, semakin nyaman dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat.” harapnya.
Harry juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pembangunan.
“Pemerintah dan DPRD membutuhkan partisipasi masyarakat. Karena pada akhirnya pembangunan ini untuk masyarakat dan harus dikerjakan bersama-sama.” jelasnya.
Wakil Ketua DPRD Banjarmasin H Mathari menambahkan, peringatan Hari Jadi ke-500 tidak hanya menjadi momentum kebahagiaan, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian sosial.
“Hari Jadi ke-500 ini harus kita maknai dengan rasa syukur. Lima abad perjalanan Banjarmasin tentu tidak terlepas dari perjuangan para pendahulu. Kita sebagai generasi penerus memiliki kewajiban untuk menjaga dan mengembangkan kota ini.”
Menurut Mathari, pembangunan kota juga harus berjalan seiring dengan penguatan nilai sosial, keagamaan dan kemanusiaan.
“Kemajuan sebuah kota bukan hanya dilihat dari pembangunan fisiknya, tetapi juga dari kepedulian masyarakat, kehidupan sosial dan nilai-nilai kemanusiaan yang terus dijaga.”
Namun, di tengah suasana peringatan lima abad Kota Banjarmasin, perhatian juga diarahkan kepada musibah kapal Virgo Transport VIII. Doa bersama digelar sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moril bagi para korban serta keluarga yang hingga kini masih menunggu kabar di tengah proses pencarian.
Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah tersebut.
“Di tengah momentum Hari Jadi ke-500 Banjarmasin, kita juga tidak boleh melupakan saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah. Kita bersama-sama mendoakan agar proses pencarian berjalan lancar dan keluarga yang menunggu diberikan kekuatan.”
Ketua DPRD Banjarmasin Rikval Fachruri juga mengajak masyarakat untuk terus mendoakan para korban dan keluarga yang terdampak.
“Kami turut berduka dan prihatin atas musibah ini. Mudah-mudahan seluruh proses pencarian diberikan kelancaran dan keluarga korban diberikan ketabahan. Doa bersama ini merupakan bentuk kepedulian kita.”
Peringatan Hari Jadi ke-500 Banjarmasin akhirnya tidak hanya menjadi perayaan sejarah panjang sebuah kota, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, kepedulian dan semangat gotong royong.
Lima abad perjalanan Banjarmasin menjadi pengingat bahwa masa depan kota tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi oleh seluruh masyarakat yang hidup dan tumbuh di dalamnya.
Semangat “Lima Abad Kami Kawa Gawi Sabumi, Banjarmasin Maju Sejahtera” pun diharapkan tidak berhenti sebagai tema peringatan, tetapi menjadi semangat bersama untuk membawa Banjarmasin menuju masa depan yang lebih maju, sejahtera, berbudaya dan tetap berakar kuat pada sejarahnya.
Rangkaian peringatan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin dilanjutkan dengan peluncuran tiga buku yang mengangkat sejarah, perjalanan, serta karya sastra tentang Kota Banjarmasin.
Tiga buku tersebut yakni “500 Tahun Kota Banjarmasin”, “Saudagar”, dan “Antologi Puisi 500 Tahun Kota Banjarmasin”.
Peluncuran dilakukan secara simbolis melalui penyerahan ketiga buku oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Banjarmasin kepada Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR dan Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj. Ananda.
Buku “500 Tahun Kota Banjarmasin” merupakan karya Mansyur dan Wajidi. Buku tersebut mengangkat perjalanan panjang Kota Banjarmasin hingga memasuki usia lima abad.
Sementara buku “Saudagar” ditulis oleh Bagong Tidarta Trikadibusana dan Muhammad Achdyani. Buku ini menjadi bagian dari dokumentasi mengenai perjalanan dan kiprah para saudagar dalam sejarah Banjarmasin.
Adapun “Antologi Puisi 500 Tahun Kota Banjarmasin” merupakan karya Ketua Dewan Kesenian Kota Banjarmasin, Hajriansyah. Buku tersebut menghimpun karya-karya puisi yang menjadi bagian dari ekspresi seni dan kebudayaan dalam momentum lima abad Kota Banjarmasin.
Peluncuran ketiga buku tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam peringatan lima abad Banjarmasin, sekaligus upaya mendokumentasikan perjalanan sejarah dan kekayaan budaya kota melalui karya tulis.
(DR)
