Fakta Terkini Mengenai Insiden Ledakan di SMAN 72 Jakarta
Pada Jumat (7/11/2025), sebuah insiden ledakan terjadi di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Saat kejadian, suasana salat Jumat sedang berlangsung dan tiba-tiba terdengar suara ledakan yang membuat semua orang panik. Menurut saksi mata, ledakan terdengar dari bagian belakang masjid dan disertai bau menyengat seperti bahan kimia.
Insiden ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Sejumlah korban luka bakar diperkirakan mencapai belasan orang, termasuk siswa dan staf sekolah. Mereka segera dibawa ke ruang kesehatan sekolah untuk mendapatkan pertolongan pertama. Setelah itu, para korban dievakuasi menggunakan ambulans ke beberapa rumah sakit.
Polisi segera tiba di lokasi kejadian dan memasang garis polisi. Tim Gegana Korps Brimob Polri juga dikerahkan untuk melakukan penyisiran dan olah tempat kejadian perkara. Petugas bersenjata lengkap melakukan pemeriksaan di sekitar masjid guna memastikan tidak ada benda mencurigakan lain yang tertinggal.
Hingga saat ini, area sekolah masih dijaga ketat oleh aparat gabungan dari Polri dan TNI. Beberapa saksi mengatakan sempat melihat orang mencurigakan masuk ke masjid sebelum kejadian. Polisi kini masih mendalami laporan tersebut dan mengumpulkan keterangan dari saksi di lokasi.
Penemuan Senapan dan Pistol
Dalam olah kejadian perkara (TKP), polisi menemukan sebuah senapan dan pistol yang dibawa oleh terduga pelaku berinisial FN, siswa kelas XII sekolah tersebut. Yang menghebohkan, pada senapan itu tertera dua nama penyerang masjid dunia, yakni Alexander Bissonette dan Brenton Tarrant. Keduanya diketahui sebagai pelaku serangan di masjid di Kanada dan Selandia Baru.
Selain nama itu, ada juga tulisan lain, di antaranya “For Agartha”, “Brenton Tarrant” dan “Alexander Bissonette.” Ada juga tulisan “natural selection” dan “Luca Trajo.” Kendati demikian, belum diketahui relasi tulisan itu dengan apa yang dilakukan FN.
Pernyataan Pihak Kepolisian
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Bhudi Hermanto menegaskan bahwa benda yang menyerupai senapan tersebut hanya lah mainan. “Kami sampaikan bahwa yang menyerupai benda, yang menyerupai senjata dan pistol adalah mainan,” ujar Bhudi di Mapolda Metro Jaya, Jumat (7/11/2025).
Bhudi memastikan kondisi saat ini sudah aman. Untuk itu, dia meminta masyarakat tak perlu khawatir. “Tidak perlu khawatir, tidak perlu resah. Semua sudah dapat dikendalikan oleh Kapolda Metro Jaya,” kata dia.
Namun, Bhudi belum bisa menjelaskan secara rinci pelaku ledakan ini. Termasuk juga soal adanya bom rakitan di lokasi. Sebab, tim di lokasi masih melakukan olah TKP. “Ini juga masih dilakukan pendalaman terhadap motif, apakah yang bersangkutan korban bullying? Ini juga masih kita dalami,” ucap dia.
Kronologi Ledakan
Menurut A, siswa kelas XII SMAN 72 Jakarta, suara ledakan terdengar ketika seluruh jemaah masih dalam posisi duduk berdoa menjelang akhir khotbah. “Jadi kronologinya itu saat lagi salat, pada masih kotbah kan masih doa, pas mau selesai doa ada yang meledak di belakang. Kondisi pas abis ledakan langsung semua, bau petasan, bau bahan-bahan kimia,” ucap A di lokasi.
Setelah ledakan terjadi, suasana langsung berubah panik. Para siswa dan guru berhamburan keluar masjid untuk menyelamatkan diri. Beberapa orang terlihat mengalami luka bakar dan segera dibawa ke ruang kesehatan sekolah untuk mendapatkan pertolongan pertama. Ia menyebutkan, jumlah korban luka diperkirakan mencapai belasan orang, terdiri dari siswa dan staf sekolah.
