Video Al-Qassam Mengungkap Tipu Daya Sistematis Pasukan Israel
Platform digital sedang ramai membicarakan video terbaru dari Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, yang mengungkap tipu daya sistematis pasukan Israel selama operasi pengambilan jenazah tahanan. Video bertajuk “Inilah pemandangan sebenarnya” itu memperlihatkan bagaimana Al-Qassam melakukan operasi penipuan untuk mengelabui tentara Israel dan menyamarkan lokasi penyimpanan jenazah tahanan di Gaza.
Al-Qassam menjelaskan bahwa pasukan Israel memantau proses pengambilan jenazah korban mereka melalui drone, lalu mencatat lokasi-lokasi penyimpanannya sebagai target pengeboman setelah gencatan senjata berakhir. Sayap militer Hamas ini menegaskan bahwa mereka menggunakan “berbagai metode penipuan selama operasi pengambilan jenazah untuk menyesatkan musuh dan menyembunyikan informasi sesungguhnya,” sekaligus mencatat bahwa operasi ini “berhasil menipu Israel, yang kemudian berusaha memanfaatkannya untuk mendiskreditkan perlawanan.”
Sebagai tanggapan, tentara Israel telah merilis video lebih dari seminggu lalu yang mengklaim memiliki bukti bahwa Hamas membuat rekayasa pengambilan jenazah tahanan, lalu menguburkannya kembali sebelum tim Komite Palang Merah Internasional tiba. Media Israel saat itu gencar memberitakan video tersebut, menyebut kejadian itu sebagai “rekayasa” Hamas terkait penemuan jenazah tahanan yang tewas.
Sementara itu, program “Networks” dalam episode 6/11/2025 mengamati respons platform digital terhadap pengungkapan operasi penipuan Al-Qassam selama proses pengambilan jenazah tahanan Israel. Seorang pengguna bernama Hamid berkomentar bahwa perlawanan Palestina telah memberikan pelajaran sejarah yang tak terlupakan bagi Israel, dan menyarankan taktik militer ini dipelajari oleh tentara Arab serta pihak lainnya.
Meski entitas Zionis dikenal licin dalam menyesatkan publik dan penguasa, perlawanan yang gagah berani ini justru memberi mereka pelajaran berharga sepanjang masa, dan rezim Arab semestinya mengajarkan taktik luar biasa ini kepada tentara mereka. Pengguna lain bernama Sofa menganggap video Al-Qassam sebagai bukti baru yang tak terbantahkan bahwa tentara Israel tak ada artinya dibandingkan kelicinan dan kemampuan perlawanan Palestina dalam mengelola pertempuran di semua level.
Pasukan kecerdasan buatan Israel dilawan dengan kasur dan bantal oleh para pejuang. Apa lagi yang dibutuhkan agar Zionis sadar bahwa mereka tidak berharga? Dalam konteks serupa, Muhammad menyatakan keyakinannya bahwa video tersebut membawa pesan jelas: Al-Qassam lebih unggul dari tentara Israel dalam perang media. Video ini menyampaikan pesan bahwa perang media adalah bagian tak terpisahkan dari pertempuran, dan Al-Qassam terbukti lebih mahir di dalamnya.
Sementara “Anu” menyinggung pengawasan ketat Israel terhadap Gaza yang terkepung, dalam upaya mereka melacak lokasi tahanan, jenazah, dan pergerakan elemen perlawanan. Israel memiliki satelit dan wilayah Gaza sangat kecil, jadi meski tanpa drone, mereka akan memantau seluruh pergerakan di permukaan Gaza sepanjang waktu.
Terkait perkembangan terbaru isu jenazah tahanan, media Israel melaporkan pada Kamis bahwa jenazah tahanan yang diserahkan Hamas pada Rabu malam telah teridentifikasi sebagai warga negara Tanzania. Hal ini menunjukkan bahwa enam jenazah tahanan, lima warga Israel dan satu warga asing, masih berada di Gaza.
Pejuang Al-Qassam tidak terlihat sama sekali oleh musuh (berbaju coklat di balik puing). – (Dok Istimewa)
Strategi Bertahan dan Adaptif Al-Qassam
Pasukan Al-Qassam Hamas mengadopsi serangkaian taktik bertahan yang dinamis dan adaptif untuk menghadapi militer Israel, yang utamanya bertumpu pada perang asimetris, penggunaan terrain, dan strategi pengurangan kekuatan lawan. Sebagai kekuatan dengan sumber daya terbatas, Al-Qassam berfokus pada perang asimetris untuk mengimbangi keunggulan teknologi dan persenjataan Israel. Mereka bergantung pada strategi, siluman (stealth), dan infrastruktur terowongan yang ekstensif untuk memindahkan pasukan dan logistik tanpa terdeteksi.
Kemitraan dalam Ruang Operasi Bersama dengan faksi perlawanan Palestina lainnya juga memungkinkan koordinasi dan perencanaan operasi militer yang lebih terpadu.
Pemanfaatan Medan Urban dan Terowongan
Pengetahuan mendalam tentang medan Gaza yang padat dan urban menjadi keunggulan taktis utama Al-Qassam. Mereka mengubah seluruh distrik menjadi jebakan mematikan dan posisi pertahanan yang kuat. Jaringan terowongan bawah tanah (Gaza Metro) yang sangat luas berfungsi sebagai tempat persembunyian, rute logistik, dan pangkalan untuk melancarkan serangan mendadak (hit-and-run) terhadap pasukan Israel. Taktik ini memaksa pasukan Israel yang lebih besar dan lebih berat untuk bertempur dalam kondisi yang tidak menguntungkan.
Pengembangan Teknik Tempur
Al-Qassam secara terus-menerus mengembangkan kemampuan tempurnya. Mereka dikenal ahli dalam penggunaan Perangkat Peledak Improvisasi (IED) dan rudal antitank seperti peluru kendali Kornet dan shell Al-Yassin 105 untuk menghancurkan kendaraan lapis baja Israel. Laporan terbaru menunjukkan peningkatan penggunaan drones kamikaze dan peluru penetrasi armor (EFP) yang lebih canggih, yang dirancang untuk menembus sistem pertahanan kendaraan tempur Israel.
Peperangan Psikologis dan Pengelabuhan
Al-Qassam aktif menggunakan operasi penipuan (deception) untuk menyesatkan intelijen Israel. Baru-baru ini, mereka merilis video yang menunjukkan taktik pengelabuan selama proses pengambilan jenazah, di mana mereka sengaja menciptakan situasi palsu untuk dikawasi oleh drone Israel, yang kemudian justru menjadi sasaran bom. Upaya penculikan prajurit Israel juga terus dilakukan untuk menekan psikologis musuh dan menciptakan leverage dalam pertukaran tawanan.
Kesuksesan Al-Qassam tidak diukur dengan kemenangan besar seketika, melainkan dengan kemampuan untuk bertahan dan memperpanjang konflik. Dengan beralih ke perang atrisi (war of attrition), mereka bertujuan melemahkan kekuatan dan moral Israel seiring waktu. Mereka sepenuhnya siap untuk “perang atrisi yang panjang”, di mana semakin lama perang berlangsung dengan korban di pihak Israel, semakin besar tekanan domestik dan internasional yang akan dihadapi pemerintah Israel.
Al-Qassam terbukti mampu beradaptasi dan mengubah taktik berdasarkan perkembangan di medan perang. Setelah gencatan senjata, mereka dilaporkan mengadopsi taktik yang “semakin canggih” berdasarkan pelajaran dari bulan-bulan sebelumnya. Di utara Gaza, mereka lebih banyak bergerak secara gerilya, sementara di selatan, di mana dukungan publik lebih kuat, mereka lebih sering melakukan pertahanan langsung dan konfrontasi yang lebih berani. Mereka juga mampu melakukan operasi gabungan yang kompleks, seperti menjebak dan menyerang pasukan Israel dari berbagai arah secara simultan. Mereka telah menciptakan sebuah doktrin pertahanan yang tangguh, yang dirancang untuk mempertahankan eksistensi mereka dan terus memberikan tantangan militer yang signifikan.
