DAILYRETORIKA.ID,BANJARMASIN — Makam Sultan Suriansyah dinilai memiliki nilai sejarah yang penting bagi masyarakat Banjarmasin. Selain menjadi bagian dari sejarah Kerajaan Banjar, kawasan tersebut juga dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata religi.
Karena itu, kawasan makam dinilai perlu terus dijaga, dilestarikan dan diperbaiki agar tetap terawat serta dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Mathari, usai menerima Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Aliansi Masyarakat Peduli Situs Raja Banjar Sultan Suriansyah di DPRD Kota Banjarmasin, baru-baru tadi.
Mathari mengatakan, keberadaan Makam Sultan Suriansyah memiliki arti penting, terutama sebagai salah satu bagian dari sejarah dan budaya Kerajaan Banjar.
“Ini merupakan bagian dari sejarah kita, sehingga keberadaan Makam Sultan Suriansyah tentu harus kita jaga dan lestarikan. Jangan sampai situs bersejarah seperti ini tidak mendapatkan perhatian,” ujar Mathari.
Menurutnya, kondisi kawasan makam perlu mendapat perhatian agar tetap terawat dan nyaman dikunjungi masyarakat. Pemeliharaan dan perbaikan fasilitas juga dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan kawasan tersebut.
Namun, Mathari menilai upaya penataan maupun pengembangan kawasan makam perlu didukung dengan kejelasan mengenai status kepemilikan dan kewenangan pengelolaannya.
“Kalau kita ingin melakukan penataan atau perbaikan, tentu harus jelas dulu statusnya. Siapa yang memiliki kewenangan dan siapa yang bertanggung jawab dalam pengelolaannya,” katanya.
Ia menyebut, ketidakjelasan status dan kewenangan dapat menjadi kendala dalam pengelolaan kawasan, termasuk ketika pemerintah atau pihak terkait hendak melakukan pemeliharaan dan perbaikan fasilitas.
Karena itu, Mathari mendorong pemerintah bersama pihak-pihak terkait untuk duduk bersama mencari solusi mengenai status dan pengelolaan Makam Sultan Suriansyah.
“Yang paling penting sekarang bagaimana status dan kewenangannya bisa diperjelas. Pemerintah bersama pihak terkait perlu duduk bersama supaya ke depan tidak ada persoalan dalam pengelolaan maupun pemeliharaan makam,” jelasnya.
Menurut Mathari, apabila persoalan tersebut dapat diselesaikan, pengelolaan kawasan makam dapat dilakukan secara lebih berkelanjutan. Nilai sejarah dan budaya yang melekat pada situs tersebut juga dapat terus dipertahankan.
Selain sebagai situs sejarah, ia menilai Makam Sultan Suriansyah juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai salah satu tujuan wisata religi di Kota Banjarmasin.
“Kalau pengelolaannya sudah jelas, tentu kita bisa berbicara lebih jauh mengenai penataan dan pengembangannya. Potensinya ada, baik sebagai situs sejarah maupun sebagai wisata religi,” tuturnya.
Mathari menegaskan DPRD Kota Banjarmasin akan mendorong agar persoalan terkait Makam Sultan Suriansyah dapat ditindaklanjuti bersama pemerintah dan pihak-pihak yang berkepentingan.
“Kita berharap persoalan ini bisa segera ditindaklanjuti. Makam Sultan Suriansyah harus tetap terjaga sebagai situs bersejarah dan bisa terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (DR)








