Antusiasme Warga Tinggi, DPRD Soroti Ketidaksesuaian Data Bantuan Sosial

Kegiatan Reses Masa Sidang 1 Tahun 2026 Anggota Dprd Banjarmasin, Rudy Heriyadi.(foto:DR)

Dailyretorika.idBanjarmasin-Kegiatan penelaahan dan penyerapan aspirasi masyarakat dalam rangka reses masa sidang I tahun 2026 berlangsung dinamis.

Warga tampak antusias menyampaikan berbagai persoalan, terutama terkait isu sosial, pendidikan, dan penyaluran bantuan.

Bacaan Lainnya

Hal ini terlihat dalam kegiatan reses yang digelar bersama warga Kelurahan Kelayan Luar.

Beragam keluhan disampaikan masyarakat, dengan fokus utama pada penyaluran bantuan sosial yang dinilai belum tepat sasaran.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD dari Fraksi Golkar, Rudy Riyadi, mengungkapkan bahwa sebagian besar persoalan yang muncul berkaitan dengan ketidaksesuaian antara kondisi riil di lapangan dengan data pemerintah.

Menurutnya, fenomena yang kerap terjadi adalah adanya masyarakat yang tergolong mampu justru menerima bantuan, sementara warga yang benar-benar membutuhkan tidak mendapatkan haknya.

Kondisi ini, kata Rudy, memicu kecemburuan sosial di tengah masyarakat.

Namun demikian, setelah mendapat penjelasan dari pihak terkait, diketahui bahwa persoalan tersebut tidak sepenuhnya berasal dari tingkat lokal.

Permasalahan juga berkaitan dengan sistem pendataan dari kementerian yang dilakukan secara daring (online), sehingga sering kali tidak mencerminkan kondisi terbaru di lapangan.

Rudy juga menyoroti peran perangkat RT yang dinilai belum optimal dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Ia menyebut, masih ada Ketua RT yang hanya menerima undangan tanpa memahami secara menyeluruh tanggung jawabnya, baik terkait keamanan lingkungan maupun proses pendataan warga.

Ke depan, ia berencana melakukan koordinasi lebih lanjut dengan dinas sosial guna memperbaiki kualitas data penerima bantuan agar lebih akurat dan tepat sasaran. Ia berharap, melalui pembenahan sistem serta peningkatan koordinasi antar pihak, permasalahan serupa tidak terus berulang.

“Dengan data yang lebih valid dan komunikasi yang lebih baik, kita harapkan penyaluran bantuan bisa lebih adil dan merata, sehingga tidak menimbulkan kecemburuan sosial di masyarakat,” ujarnya.(DR)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *