Sarifah Saqinah Tampung Aspirasi Warga Purnama, Jembatan Cusa Diharapkan Beroperasi 2027

DAILYRETORIKA.ID,BANJARMASIN – Sejumlah persoalan infrastruktur dan pelayanan dasar menjadi perhatian warga saat anggota DPRD Kota Banjarmasin, Sarifah Saqinah, melaksanakan kegiatan penelaahan aspirasi masyarakat atau reses di Kompleks Purnama, Kelurahan Sungai Andai, Sabtu (24/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, warga Jalan Padat Karya, Kompleks Purnama 1, menyampaikan sejumlah usulan, mulai dari pemasangan penerangan jalan umum (PJU), pembangunan polisi tidur, hingga pembangunan dermaga kecil untuk menunjang aktivitas masyarakat.

Sarifah Saqinah mengatakan, usulan pemasangan PJU dan pembangunan polisi tidur mendapat respons positif karena langsung dikomunikasikan dengan dinas terkait yang turut hadir dalam kegiatan reses.

“Alhamdulillah, untuk kedua permohonan ini langsung ditindaklanjuti oleh dinas terkait. Sebab, kegiatan reses ini juga dihadiri beberapa SKPD,” katanya.

Menurutnya, kehadiran sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dalam kegiatan reses sangat membantu masyarakat. Dengan demikian, aspirasi yang disampaikan warga tidak hanya ditampung, tetapi juga dapat langsung dibahas bersama instansi yang berwenang.

“Alhamdulillah, sangat terbantu dengan hadirnya dinas di acara ini. Jadi, beberapa aspirasi masyarakat bisa langsung mendapatkan penjelasan dan tindak lanjut,” ujarnya.

Selain persoalan penerangan jalan dan keselamatan pengguna jalan, warga juga mengusulkan pembangunan dermaga kecil. Namun, usulan tersebut belum dapat ditindaklanjuti dan masih memerlukan kajian lebih lanjut, terutama terkait kewenangan serta pertimbangan teknis.

“Ada juga permohonan pembangunan dermaga kecil, tetapi untuk yang satu ini belum bisa ditindaklanjuti,” jelas Sarifah.

Persoalan data penerima bantuan sosial berdasarkan desil turut menjadi perhatian masyarakat. Sarifah menyebut, kehadiran agen perlindungan sosial (Parlinsos) dalam kegiatan tersebut membantu memberikan penjelasan kepada warga terkait persoalan data sosial dan mekanisme penanganannya.

“Persoalan desil juga menjadi aspirasi masyarakat. Alhamdulillah, ini bisa ditangani karena ada agen Parlinsos yang hadir dan bisa memberikan penjelasan kepada warga,” katanya.

Tak hanya itu, warga juga mempertanyakan kepastian waktu pemanfaatan Jembatan Sungai Andai–Cemara Ujung atau Jembatan Cusa. Infrastruktur tersebut diharapkan segera dapat difungsikan untuk membuka akses alternatif sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan Sungai Andai.

Menurut Sarifah, masyarakat menaruh harapan besar terhadap penyelesaian pembangunan jembatan tersebut. Sebab, keberadaan jembatan dinilai dapat mendukung kelancaran mobilitas warga yang selama ini menghadapi persoalan kepadatan lalu lintas.

“Warga juga mempertanyakan kapan Jembatan Sungai Andai–Cemara Ujung bisa dimanfaatkan. Masyarakat berharap jembatan itu dapat memecah kemacetan di kawasan Jalan Sungai Andai,” tuturnya.

Ia berharap pembangunan serta berbagai persiapan teknis jembatan dapat segera diselesaikan, sehingga pada 2027 mendatang jembatan tersebut sudah bisa digunakan oleh masyarakat.

“Kita berharap tahun 2027 nanti jembatan tersebut sudah bisa digunakan masyarakat. Dengan begitu, akses warga semakin terbuka dan kemacetan di kawasan Sungai Andai bisa ikut terurai,” pungkasnya.

Pos terkait